Gresik (beristajatim.com) – Proses pelebaran Jalan Manyar Gresik (Daendels) Pantura mulai dimatangkan. Langkah ini diambil karena relokasi pedagang di sepanjang tersebut hingga kini belum juga dilaksanakan. Penyebabnya, tempat untuk relokasi itu masih dalam proses pembangunan. Saat ini, pemerintah terus melakukan koordinasi untuk mematangkan rencana pelebaran jalan itu.
Hingga saat ini, sejumlah pemangku kepentingan melakukan rapat koordinasi untuk mematangkan rencana pelebaran Jalan Manyar. Rapat itu, membahas pekerjaan konstruksi yang dilakukan pada awal tahun 2023 nanti, pembebasan lahan hingga relokasi pedagang. “Sampai sekarang memang pedagang belum direlokasi karena masih menunggu lokasinya selesai dibangun,” ujar Camat Manyar, Zainul Arifin, Selasa (4/10/2022).
Nantinya sepanjang Jalan Manyar itu terdapat 199 kios mulai pintu tol Manyar hingga ke jembatan Manyar. Sebagian sudah mulai menutup kiosnya. Namun mayoritas kios masih buka seperti biasanya. Para pengunjung pun juga masih terlihat ramai.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mentargetkan lokasi relokasi itu selesai di bulan Agustus 2022. Sehingga, di bulan September tahun ini pemindahan para pedagang bisa dilakukan. Pasalnya, pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Seperti diketahui, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) merencanakan pelebaran jalan itu dilakukan pada Januari 2023. Sehingga sebelum waktu tersebut tempat harus sudah steril.
Ketika lokasi relokasi nanti sudah selesai, tim relokasi akan melakukan sosialisasi lanjutan kepada masyarakat. Dalam lokasi baru itu nanti rencananya akan berdiri sebanyak 70 stan. Memang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan kios-kios yang berdiri saat ini di Jalan Manyar Gresik. [dny/kun]






