Surabaya (beritajatim.com) – Dalam menjalani kehidupan, adakalanya musibah datang menghampiri. Setiap orang pernah mengalaminya. Lalu, bagaimana menghadapinya?
Saat ada masalah, Islam mengajarkan umat Muslim untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan sabar dan salat. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 153 :
يٰۧااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ إنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah ayat 153)
Berikut ini doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika tertimpa musibah.
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.
Artinya : “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Dalam hadis Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir).
Dikutip dari laman NU Online, musibah meski berwujud dalam satu bentuk, bisa dimaknai dalam berbagai sudut pandang.
Musibah dapat diartikan sebagai adzab atau peringatan atau sebagai ujian atau cobaan. Cara memahami musibah dari perspektif pertama ini lebih utama karena dapat menimbulkan introspeksi (muhasabah) yang mendorong manusia mengoreksi kekurangan-kekurangannya lalu berusaha memperbaiki diri.
Redaksi doa di atas memberi pesan tentang hakikat kepemilikan yang seluruhnya dikembalikan kepada Allah sebagai Pemilik Sejati. Selain itu, musibahpun bisa bernilai pahala, bila si penerima musibah mampu menyikapinya secara tepat.
Doa tersebut juga mengandung optimisme, ditandai dengan harapan kepada Tuhan akan karunia pengganti yang lebih baik.
Selain itu, ada doa lain yang bisa dibaca ketika tertimpa musibah. Doa ini dibaca oleh Nabi Yunus ketika diuji ditelan ikan paus.
Dalam situasi itu, Nabi Yunus berdoa sebagai berikut :
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin.”
Artinya: “Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Allah. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku termasuk golongan orang yang zalim.”
Jika seorang Muslim tengah ditimpa musibah atau ujian dapat membaca doa tersebut. Yakinlah bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan. (nap)






