Ponorogo (beritajatim.com) – Meski sudah turun hujan beberapa kali, namun distribusi air bersih ke Dusun Jenggrik Desa Duri Kecamatan Slahung masih dilakukan oleh BPBD Ponorogo. Dusun yang dihuni oleh 56 Kepala Keluarga atau sebanyak 147 jiwa itu, menjadi satu-satunya dusun di Kabupaten Ponorogo yang tahun ini dilanda kekeringan.
“Tahun ini permintaan air bersih hanya di Desa Duri terutama di Dusun Jenggrik. Dusun itu menjadi langganan kekeringan beberapa tahun terakhir,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana, Minggu (2/10/2022).
Desa Duri di Kecamatan Slahung itu meminta pasokan air bersih ke BPBD Ponorogo sejak awal bulan Agustus lalu. Kemudian pada awal September, intensitas pasokan air bersihnya ditambah. Yakni seminggu pengirimannya 2 kali yakni pada hari Senin dan Kamis. Sekali pengiriman dengan 2 truk tangki dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kekeringan-ponorogo”]
“Tahun lalu masih ada beberapa desa yang mengalami kekeringan. Ya salah satunya Desa Wates. Namun, tahun 2022 hingga saat ini hanya Desa Duri yang melakukan permintaan air bersih,” katanya.
Berkurangnya daerah-daerah di Kabupaten Ponorogo yang meminta pasokan air bersih kepada BPBD Ponorogo, karena daerah yang biasa mengalami kekeringan itu sudah dapat diatasi dengan adanya program pamsimas. Sehingga program itu sangat membantu warga yang desanya dulu terdampak kekeringan. “Ada program pamsimas, jadi warga sangat terbantu adanya progam ini,” katanya.
Henry menyebutkan sebenarnya Desa Duri Kecamatan Slahung juga dapat program serupa. Namun, untuk Dusun Jenggrik yang letak geografisnya tinggi, debit air dari pengolahan program pamsimas belum bisa naik ke dusun tersebut. Alhasil, saat puncak-puncak kemarau, seperti biasanya dusun tersebut dilanda kekeringan. “Desa Duri sebenarnya juga dapat program pamsimas, namun air belum menjangkau ke Dusun Jenggrik yang letaknya tinggi. Air tidak bisa naik, waktu musim kemarau,” katanya.
Henry menyebut dengan mulai datangnya musim penghuja, Ia berharap sumber air di Dusun Jenggrik mulai tersedia lagi. Sehingga tidak perlu lagi dilakukan pengiriman air bersih. “Menurut ramalan BMKG, puncak kemarau sudah lewat 23 September lalu. Sehingga ke depan ini sudah musim penghujan, dam sumur-sumur warga sudah mulai ada airnya,” pungkasnya. [end/suf]






