Ponorogo (beritajatim.com) – Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menggelar unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Rabu (28/9/2022) sore. Puluhan mahasiswa ini membeber poster berisi tuntutan. Ada beberapa tuntutan yang dilayangkan mahasiswa yang kompak memakai jas warna merah itu kepada pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil bupati Lisdyarita.
Tuntutan itu yakni mengajak Pemkab Ponorogo untuk menolak dengan keras atas kebijakan pemerintah Pusat terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Mahasiswa ingin pemkab setempat satu suara untuk menurunkan kembali harga BBM bersubsidi.
Selain itu, juga meminta Pemkab Ponorogo untuk segera merealisasikan program perbaikan jalan. Sebab, tidak dapat dipungkiri keadaan jalan di Ponorogo saat ini banyak yang rusak dan berlubang. “Kami juga menuntut Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk segera menyelesaikan terkait permasalahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Mrican di Kecamatan Jenangan,” kata koordinator unjuk rasa, Nauval Muhammad Abdul Aziz.
[berita-terkait number=”3″ tag=”demo-ponorogo”]
Nauval menjelaskan banyak yang dirugikan akibat adanya jalan yang rusak. Banyak menjadi korban di masyarakat, mulai dari ban sepeda motor yang bocor hingga kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Dia menceritakan bahwa mahasiswa UMPO tidak hanya dari Ponorogo, namun juga dari Magetan, Madiun dan Pacitan.
Nah, saat menuju ke kampus, ada saja mahasiswa yang tidak kuliah karena jalan rusak dan berlubang tersebut. “Kawan-kawan UMPO dari luar kota saat menuju ke sini ada saja yang tidak kuliah gara-gara ban bocor dan ada juga yang terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Sementara terkait dengan permasalahan sampah di TPA Mrican, Nauval menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan bentuk pengawalan. Sebab terkait permasalahan itu, pihaknya sudah melakukan aksi pada bulan April lalu. Dulu, jawabannya dalam 3 bulan akan direalisasikan solusinya. Namun hingga kini solusi itu belum dilaksanakan.
Dalam unjuk rasa itu, mahasiswa itu ditemui oleh Bupati Sugiri Sancoko yang ditemani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono dan Kepala Dinas PUPR Jamus Kunto Purnomo. Dengan sama-sama duduk di aspal jalan alun-alun utara, Bupati Sugiri memberikan penjelasan terkait dengan tuntutan yang dilontarkan mahasiswa kepada Pemkab Ponorogo. [end/suf]






