Surabaya (beritajatim.com) – Selain terasa perih dan sakit, timbulnya jerawat pada wajah juga kerap membuat seseorang menjadi tidak nyaman. Terkadang jerawat ini muncul karena pengaruh stres atau pola hidup yang tidak sehat. Namun, ada pula yang memang karena faktor genetik.
Terlepas dari apa pemicunya, seseorang mungkin sudah melakukan beragam cara untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya dengan penggunaan produk skincare atau konsumsi obat tertentu.
Meski begitu, tak semua orang bisa dengan mudah menghilangkan bekas jerawatnya. Terlebih karena ada banyak macam bekas jerawat.
Secara dermatologi atau ilmu yang mempelajari tentang kulit, bekas jerawat terdiri dari tiga tipe, yakni Athropic Scars, Hypertrophic Scars, dan Keloids.
Dari ketiga tipe tersebut, kebanyakan orang mengalami Athropic Scars. Athropic Scars merupakan tipe jerawat yang disertai dengan lekukan pada kulit atau yang biasa disebut dengan bopeng.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Mungkin jika kamu sudah melakukan beberapa cara untuk menghilangkan bekas jerawat tersebut, tapi tetap saja tidak ampuh. Maka kamu bisa menggantinya dengan cara lain. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat, di antaranya;
Laser
Metode ini dilakukan dengan cara menembakkan sinar laser pada area bekas jerawat. Biasanya cara ini digunakan pada jerawat tingkat yang ringan hingga sedang.
Suntikan filler
Suntikan filler juga kerap digunakan dokter untuk menghilangan bekas jerawat membandel. Metode ini dilakukan dengan cara memberikan suntikan pada bekas jerawat. Hal ini bisa bersifat sementara, tapi juga bisa bersifat permanen.
Dermabrasi
Jika jerawat kamu tergolong parah, dokter biasanya menyarankan untuk menggunakan metode dermabrasi. Cara ini biasanya menggunakan alat khusus untuk pengelupasan lapisan atas kulit dan mengangkat sel-sel kulit mati.
Teknik Punch
Teknik punch dipercaya tidak hanya untuk menghilangkan bekas jerawat saja, melainkan juga berguna untuk menghilankan kerutandan meregenarasi kulit.
Subcision
Metode ini juga kerap digunakan untuk mengatasi bekas jerawat yang berbentuk cekung atau bekas luka yang serupa.
Namun, terlepas dari metode mana yang ingin dilakukan, sebaiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Karena setiap orang memiliki jenis bekas jerawat dan kulit yang berbeda-beda. Tentu saja hal ini juga memerlukan penanganan yang berbeda pula. (fyi/nap)






