Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jember, Jawa Timur, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar mewaspadai peningkatan intensitas hujan. Banjir dan demam berdarah masih menjadi prioritas kewaspadaan.
“Saat ini musim penghujan, banyak saluran-saluran air atau drainase atas laporan masyarakat banyak yang mengalami kerusakan dan penyumbatan, sehingga air meluap ke jalan,” kata Sugiyono Yongky, juru bicara Fraksi PPP, dalam sidang paripurna pengesahan bersama Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022, di aula kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu (24/9/2022).
PPP meminta agar Pemkab Jember mengawasi dan meninjau persoalan tersebut. “Ini agar saluran air dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga tidak menimbulkan banjir atau longsornya tanah,” kata Sugiyono.
Selain itu, PPP juga menyarankan pemerintah daerah agar melakukan antisipasi munculnya penyakit demam berdarah. Pemkab dipandang perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Siapkan sarana prasarana pendukung sebagai antisipasi agar tidak terjadi wabah demam berdarah,” kata Sugiyono.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pmi-jember”]
Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pengasapan terhadap 275 rumah di RW 19 dan 20 Lingkungan Gumukbago, Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates. Kawasan tersebut dihuni oleh 570 orang warga. “Fogging dilakukan setelah ada laporan dan permintaan warga,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember Mamang Pratidina.
“Kami mendukung apa yang dilakukan Dinas Kesehatan, melakukan fogging setelah ada pasien yang positif terkena demam berdarah. Saat ini kami belum menerima laporan data dari Dinas Kesehatan soal jumlah kasus demam berdarah,” kata Mamang.
PMI Jember mengimbau warga untuk mencegah demam berdarah dengan menguras kamar mandi dan kaleng-kaleng yang mudah terisi air. “Nyamuk Aedes aegepty menyukai tempat yang bersih,” kata Mamang. [wir/but]






