Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghentikan pembangunan tambak Sekolah Menengah Kejuruan Perikanan dan Kelautan Puger, di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Tambak yang sedianya untuk laboratorium praktik siswa ini belum mengantongi izin.
Camat Gumukmas Nino Eka Putra mengatakan, beberapa waktu lalu tim dari Dinas Perikanan dan Kelautan memasang papan sosialisasi mengenai tambak di Kepanjen. Pemkab Jember memang tengah getol menertibkan tambak ilegal dam menyosialisasikan larangan membangun tambak di sempadan pantai.
“Mereka (SMK Perikanan dan Kelautan) proses membangun tambak tapi belum ada IMB (Izin Mendirikan Bangunan),” kata Nino, ditulis Kamis (22/9/2022).
Saat itu, ada alat berat pengeruk tanah sedang beroperasi. Tim patroli kecamatan pun meminta agar aktivitas itu dihentikan.
Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kuntjoro Dhiyauddin membenarkan pihaknya sedang membangun teaching factory agrobisnis perikanan laut dan payau sejak 23 Agustus 2022. Dia mengaku telah menjelaskan program pembangunan tersebut kepada Bupati Jember, Hendy Siswanto.
“Istilahnya bukan tambak, tapi teaching factory. Itu pembelajaran berbasis industri yang wajib dilakukan SMK. Dengan pembelajaran teaching factory itu, industri hadir di tengah SMK untuk mendesain kurikulum, menyiapkan sarana dan prasarana praktik, sehingga anak-anak kompeten betul sesuai tuntutan dunia kerja, dunia industri,” kata Kuntjoro.
Menurut Kuntjoro, teaching factory tersebut adalah program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 19 Tahun 2016. “Seluruh kementerian dan pemerintah daerah mendukung program kerjasama SMK dengan industri, supaya lulusan SMK benar-benar sesuai tuntutan industri,” katanya.
Luas teaching factory tambak tersebut sekitar 5.900 meter persegi. “Teaching factory itu didesain dan direncanakan sebagaimana petunjuk teknis budidaya udang yang benar dengan kaidah-kaidah keilmuan. Itu diterapkan betul supaya anak-anak punya kapasitas, kemampuan, kompetensi di bidang itu. Supaya kalau jadi petambak, jadi petambak yang benar,” kata Kuntjoro.
Para siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger mendapat bimbingan dari staf ahli menteri dan enam instruktur dari perguruan tinggi. Para siswa akan belajar bagaimana memilih dan mendesain lahan dan membuat konstruksi.
“Jadi ada kurikulumnya. Perencanaan sudah, mendesain dan membuat konstruksi sudah. Sekarang melaksanakan pembuatan konstruksi. Namanya intensifikasi, tidak boleh ada yang terlewat, sehingga setiap hari anak-anak mengikuti berbagai proses sekecil apapun. Tak boleh tertinggal, karena ini proses yang harus dipahami anak-anak,” kata Kuntjoro.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Bagaimana dengan proses perizinannya? “Karena ini teaching factory untuk kepentingan pemberdayaan kapasitas kemampuan anak-anak, kami mohon bupati memberikan fasilitas percepatan izin-izin kegiatan ini,” kata Kuntjoro.
Kuntjoro sudah bertemu Pemkab Jember untuk memberi penjelasan pada Selasa (20/9/2022). “Kalau perlu, kami dibantu, bagaimana ketika anak-anak belajar mendirikan tambak punya pengalaman mengurus perizinannya juga. Kami ajari,” katanya.
Para siswa SMK Puger juga akan diajari proses ekspor udang vaname budidaya dalam teaching factory tersebut. “Paska-panen seperti apa, ada pelajarannya. Jadi harus berhasil. Masa mengajari anak-anak harus mengajari berhasil,” kata Kuntjoro.
Kuntjoro senang, Bupati Hendy Siswanto menyambut baik rencana SMK Perikanan dan Kelautan. “Pak Hendy sendiri ingin sejak dulu tambak di utara jalan, bukan di selatan jalan (sempadan pantai). Kami hadir di situ juga memberi contoh bagaimana tambak yang benar bukan di sempadan. Yang benar (tambak dibangun) di utara jalan, bukan di atas sempadan yang notabene tanah negara,” katanya.
“Artinya kami sungguh-sungguh ingin memberikan contoh yang benar. Bagaimana mengolah Ipal (Instalasi Pengolahan Air Limbah), kami bersama Universitas Brawijaya. Tidak main-main. Tambak-tambak yang ada tidak pakai ipal. Kami pakai ipal, yang mendampingi dan mendesain adalah Pusat Studi Kelautan Unibraw. Jadi kami ingin memberi contoh yang benar, karena ini teaching factory,” kata Kuntjoro. [wir/beq]






