Surabaya (beritajatim.com) – Mangkatnya Ratu Elizabeth II memang meninggalkan duka bagi banyak orang. Tidak hanya bagi rakyat Inggris namun juga dunia.
Demikian halnya dengan David Beckham. Mantan Kapten Tim Inggris itu bahkan rela mengantri 13 am untuk bisa bertemu langsung dengan peti mati Ratu Elizabeth II.
Jumat (16/9) kemarin, ia tampak berbaur dengan ribuan masyarakat yang mengantri di Westminster Hall. Mengenakan setelan jas dan topi hitam serta payung hitam tertutup di tangan kanannya, Beckham tampak mengisi waktu mengantrenya dengan mengobrol bersama mereka yang juga ingin melayat ke peti mati Ratu Elizabeth II.
Beberapa kali bahkan ia tampak menerima permintaan foto dari penggemarnya. Ia mengaku ikut dalam antrian sejak pukul 2:15 pagi dan baru bisa bertemu dengan peti mati Ratu Elizabeth II pada pukul 15:25.
Saat berdiri di dekat peti Sang Ratu, David Beckham bahkan dikabarkan sempat meneteskan air mata. Meski tidak memiliki kedekatan hubungan secara langsung, diketahui dalam sepanjang karirnya di dunia sepak bola.
Terlebih saat ia membela klub nasional sepak bola Inggris, David Beckham beberapa kali berkesempatan bertemu dengan Ratu Elizabeth II. Ia bahkan pernah menerima penghargaan berupa gelar dari Kerajaan Inggris yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II.
Gelar yang diterimanya adalah Officer of The Order of The British Empire (OBE). Gelar tersebut merupakan gelar yang diberikan kepada mereka yang dianggap memiliki peran atau dedikasi dalam bidang kesenian, pengetahuan, kerja amal maupun pelayanan masyarakat.
[berita-terkait number=”2″ tag=”ratu-elizabeth-ii-wafat”]
David Beckham menerima penghargaan itu pada tahun 2003, karena dianggap telah melayani masyarakat Inggris melalui sepak bola. Dalam salah-satu unggahan di instagram pribadinya, Beckham secara khusus menuliskan kesedihannya atas sepeninggal Sang Ratu.
“Saya benar-benar sedih dengan kematian Yang Mulia, Ratu. Betapa limpahan cinta dan rasa hormat yang kami lihat untuk Jubilee Platinum (perayaan 70 tahun pemerintahan Ratu Elizabeth II) untuk pengabdiannya. Betapa hancur yang kita semua rasakan hari ini dan di seluruh dunia.” tulisnya.
Ia juga mengatakan, bahwa Ratu Elizabeth II adalah sosok yang menginspirasi, penuh humor, bermartabat dan anggun.
“Betapa dia menginspirasi kami dengan kepemimpinan dia. Bagaimana dia menghibur kami ketika masa-masa sulit. Sampai hari-hari terakhirnya, ia melayani negaranya dengan bermartabat dan anggun,” tutupnya. [jhn]






