Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, Sigit Priyono kembali menyampaikan komitmennya untuk selalu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dengan meningkatkan sektor pelayanan maksimal.
Hal tersebut disampaikan bersamaan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 PMI yang secara resmi dibentuk pasca kemerdekaan Republik Indonesia, yakni bertepatan dengan tanggal 17 September 1945 silam.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pmi-pamekasan”]
“Bersamaan dengan HUT ke-77 tahun ini, tentunya menjadi momentum tepat bagi PMI khususnya PMI Pamekasan, untuk selalu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, serta selalu komitmen memberikan manfaat bagi sesama,” kata Sigit Priyono, Sabtu (17/9/2022).
Hal tersebut juga selaras dengan visi, misi dan tugas pokok PMI seperti yang tertuang dalam Mars PMI, Hymne PMI hingga 7 (tujuh) prinsip dasar yang semuanya berbicara tentang kemanusiaan.
“Karena itu, seperti yang sering kami sampaikan dalam beberapa kesempatan bahwa kami ingin agar PMI kedepan dapat mencintai dan dicintai masyarakat. Karena dengan mencintai dan dicintai, kami bisa mengabdikan diri dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya masyarakat Pamekasan,” tegasnya.
Guna merealisasikan itu, pihaknya sangat berharap dukungan dan kerjasama dari semua pihak, khususnya sejumlah stakeholder yang bergerak di bidang kemanusiaan. “Dukungan dan kerjasama dari semua pihak tentunya sangat kami harapkan, sehingga kami dapat menjalankan amanah sebagaimana mestinya,” harapnya.
Untuk diketahui, keberadaan dan eksistensi PMI tidak lepas dari saran dan usulan Menteri Kesehatan Kabinet Pertama, dr Boentaran Martoatmodjo kepada Presiden RI, Ir Soekarno. Sehingga Bung Karno menginstruksikan untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional pada 3 September 1945.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pmi-pamekasan”]
Pasca instruksi Bung Karno, terbentuklah Panitia Lima yang bertugas menyusun berbagai road map kepalangmerahan dengan komposisi R Mochtar, Bahder Johan, Joehana, Marjuki, dan Sitalana.
Kelima orang yang tercatat sebagai panitia lima tersebut, bertugas menyusun anggaran dasar yang mengacu pada dasar-dasar internasional, mengadakan hubungan infomateris dengan badan terkait, membantu mendirikan cabang-cabang PMI, serta mengadakan rancangan dan usulan tentang susunan Pengurus Pusat PMI.
Bertepatan dengan tanggal 17 September 1945, terbentuklah Pengurus Besar (PB) PMI, serta ditetapkan Wakil Presiden RI Pertama, Drs Mohammad Hatta sebagai ketua PMI pertama. [pin/suf]






