Surabaya (beritajatim.com) – D4 Tata Busana Program Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Gelar Cipta ‘1st Annual Fashion Show of Vocational Fashion Design 2022’ di Oval Atrium Ciputra World Mall, Surabaya, Sabtu (10/9/2022) malam.
Fashion show ini menampilkan 48 karya dari 24 desainer yang terbagi menjadi 6 tim dengan tema yang beragam. Di antaranya adalah patternization, enigmatic, ambiguous, maximalist, lavish, dan dominant.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unesa”]
Ketua Pelaksana, Vio Aulia mengatakan, 1st Annual Fashion Show of Vocational Fashion Design 2022 merupakan kegiatan gelar cipta mahasiswa D4 Tata Busana Program Vokasi. Tujuannya adalah mahasiswa dapat menjadi fashion designer yang handal, profesional, dan berdaya saing global.
Menurutnya, annual show ini merupakan wujud mahasiswa menuju kemampuan berkarya yang layak dan pantas untuk dipagelarkan kepada masyarakat luas. “Ini adalah fashion show yang menciptakan sebuah karya-karya desain baju dari 24 mahasiswa. Baru tahun ini di angkatan 2019. Dahulu D3, yang beralih menjadi D4 atau sarjana terapan. Nah, di situ terdapat program vokasi tata busana, dan ini menjadi show pertama yang dilakukan mahasiswa Prodi D4, Fashion Design Program Studi Vokasi,” jelas Vio.
Dijelaskan, bahwa 1st Annual Show of Vocational Fashion Design UNESA 2022 mengangkat tema ‘Dissipation’ yang merupakan bagian dari tema ITF 2021/2022, yaitu exploitation.
“Harapan kami supaya karya-karya kita dapat dikenal masyarakat luas, masyarakat yang mungkin ingin melanjutkan program studi D4 fashion design di Unesa. Jadi selain ingin mendidik dan menjadi designer handal, kita juga ingin menunjukkan karya-karya kita untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Bambang Yulianto, M.Pd., mengatakan, bahwa Program Vokasi di UNESA ini menjadi satu-satunya Vokasi dari perguruan tinggi yang dikelola secara mandiri. “Vokasi di Unesa ini adalah satu satunya vokasi dari perguruan tinggi yang dikelola secara tersendiri. Ini akan terus dikembangkan. Karena sebelum ini, program diploma di bawah fakultas,” katanya.
Di sisi lain, menurut Prof Bambang Yulianto, kegiatan fashion show seperti ini sudah mewakili kurikulum yang telah dicanangkan oleh Kemendikbud Ristek, yakni merdeka belajar. “Kemdikbud Ristek memang mencanangkan kegiatan merdeka belajar. Itu meliputi 8 kegiatan di luar kampus selama dua semester. Hari ini anak-anak kita sudah melakukan itu,” ujarnya. [ipl/suf]







