Ponorogo (Beritajatim.com) – Kepedulian akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi ditunjukkan oleh jajaran kepolisian di Polres Ponorogo.
Kapolres AKBP Catur Cahyono Wibowo dan jajarannya menyambangi puluhan sopir angkutan pedesaan (angkudes) di Terminal Seloaji Ponorogo. Dalam kesempatan itu, Polres Ponorogo membagikan 50 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, mie, kopi, dan snack dibagikan kepada mereka. Selain sopir angkudes, paket sembako juga diberikan kepada tukang ojek pangkalan dan sopir bus.
“Sedikit berbagi kasih kepada teman-teman sopir dan tukang ojek yang ada di Terminal Seloaji,” kata Catur, Sabtu (10/9/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-bbm-naik”]
Pasca kenaikan harga BBM subsidi, Catur mendengar keluh kesah yang dialami para sopir. Sopir dengan trayek-trayek tertentu, mengeluhkan sepi penumpang. Hal tersebut diperparah dengan Pemerintah menaikan harga BBM subsidi beberapa waktu yang lalu.
“Ada keluhan dari sopir, penumpang sepi dan harga BBM subsidi naik, itu sangat memberatkan mereka. Semoga dengan sedikit bantuan yang kita berikan, dapat membantu warga yang terdampak, salah satunya ya teman-teman sopir ini,” katanya.
Sementara itu Hari Mujianto, salah satu sopir angkudes mengaku senang atas pemberian paket sembako dari Polres Ponorogo. Dia mengaku, para sopir yang paling terdampak atas kebijakan Pemerintah yang menaikan harga BBM subsidi.

Sebab, biaya operasionalnya untuk saat ini bertambah. Untuk trayek Ponorogo-Somoroto, Ia biasanya membutuhkan BBM jenis pertalite sebanyak Rp 30 ribu. Namun, dengan kenaikan harga ini, dirinya harus merogoh kocek lagi Rp 10 ribu, sehingga sekali pulang pergi (PP) menjadi Rp 40 ribu.
“Penghasilan turun, biaya operasional bertambah,” katanya.
Hal tersebut diperparah dengan sepinya penumpang sejak ada kenaikan harga BBM subsidi. Padahal, dirinya juga tidak menaikan tarif angkudesnya. Tarif angkudes miliknya, untuk trayek Ponorogo-Somoroto masih sama, yakni Rp 10 ribu. Sengaja Ia tidak menaikan tarifnya, sebab khawatir bakal kehilangan penumpangnya.
“BBM subsidi naik, penumpang juga sepi. Sehari bisa dapat Rp 70 ribu saja, sudah bagus,” pungkasnya. (end/ted)






