Sidoarjo (beritajatim.com) – Festival Seni Munali Patah hari keenam menghadirkan kelompok musik Kinasih Band, Jumat (9/9/2022) malam di Dekesda Art Center, Sidoarjo. Kelompok musik asal Gedangan Sidoarjo ini kerap mengusung budaya Arek dalam lirik maupun gaya penampilannya.
Misalnya pada lagu berjudul Gapleki. Liriknya menceritakan problema seorang suami yang bekerja dan berpenghasilan tidak tetap. Liriknya berbahasa Jawa khas Arek, yaitu bahasa Jawa yang biasa ditemui di masyarakat Surabaya dan Sidoarjo.
Kinasih Band juga memmiliki perhatian terhadap masalah lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam lirik-liriknya. Pada lagu lain berjudul Pagebluk, Kinasih Band membuka dengan suara dalang yang memaparkan situasi pandemi Covid. Sang dalang memberi saran, pada situasi pandemi, jangan sampai harapan menjadi sirna.
“Kinasih Band ini cukup aktif mengisi event kesenian di Surabaya dan Sidoarjo,” kata Teguh Santoso, Komite Musik Dewan Kesenian Sidoarjo, Jumat (9/9/2022).
Beralamat di Perum Permata Alam Permai G3/19 Gedangan Sidoarjo, Kinasih Band terdiri atas 7 personel yang sudah profesional di bidang masing-masing. [but]
[berita-terkait number=”4″ tag=”dekesda”]
Susunan personel Kinasih Band adalah sebagai berikut:
1. Vocal 1 : Derma
2. Vocal 2 : Mirza
3. Gitaris : Dino
4. Bassis : Encuzz
5. Keyboard: Dian Trisna
6. Drummer: Benny
7. Saxophone: Inyok Satria






