Tembakau adalah komoditas andalan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Komoditas yang pernah berjuluk ‘daun emas’ ini bahkan menjadi logo resmi Pemerintah Kanupaten Jember. Itulah kenapa Bupati Hendy Siswanto menegaskan, seorang kepala daerah Jember harus merokok.
“Logo (daerah) kami ada daun tembakaunya. Kalau kami tidak merokok, logo kami bisa diganti daun talas. Itu bisa jadi persoalan, urusannya panjang,” kata Hendy, disambut tawa hadirin, saat menjamu Wakil Ketua MPR RI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Kamis (1/9/2022) malam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tembakau-jember”]
Hendy juga mempersilakan para tamu merokok di pendapa. Hanya ada satu ruang yang steril asap rokok, yakni kamar tidurnya. “Di ruangan yang lainnya bisa merokok semua,” katanya.
“Tahun 1970-1990, Jember mencapai zaman keemasan. Bahwa di Tapal Kuda ini, kabupaten yang paling sukses adalah Jember dari segi apapun. Waktu itu bupatinya Pak Abdul Hadi. Jember memegang kendali perekonomian Tapal Kuda, karena Jember mempunyai penghasilan tembakau terbaik dunia. Pada 1980, kami sudah ekspor tembakau ke Bremen Jerman. Direct dari Jember langsung ke Bremen,” kata Hendy.
Ada tiga jenis tembakau terbaik di Jember yakni Na-oogst, Vor-oogst kasturi, dan tembakau rajang. “Sampai hari ini, tembakau itu masih kami pertahankan,” kata Hendy.
Hendy mengatakan, puluhan ribu masyarakat tembakau bekerja sebagai buruh dan petani tembakau. “Alhamdulillah tahun ini tembakau sudah bagus, harganya cukup bagus,” katanya. [wir/suf]






