Pamekasan (beritajatim.com) – Ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, dinyatakan aman jika berada di angka sebanyak 1.400 kantong darah setiap bulan.
Hal tersebut disampaikan Kepala UDD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah saat disinggung soal ketersediaan stok darah. Khususnya pasca pandemi yang berlangsung selama dua tahun terakhir.
Terlebih saat ini, ketersediaan stok darah di UDD PMI Pamekasan, juga sudah mulai stabil dan kembali on the track. Dibuktikan dengan capaian seribu pendonor dalam waktu sebulan.
“Alhamdulillah, ketersediaan stok darah saat ini kembali on the track dengan mendapatkan seribu pendonor. Catatan kami, bulan ini stok darah aman jika angka kantong berada di angka 1.400 kantong (darah),” kata dr Achmad Syafirullah, Sabtu (3/9/2022).
Sebelumnya pihaknya menyampaikan kondisi berbeda dialami selama masa pandemi, terlebih ketersediaan stok darah justru melorot dan berada di angka ratusan dengan status sangat tidak stabil.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pmi-pamekasan”]
“Biasanya sebelum pandemi, kami mengumpulkan sekitar 1.200 kantong darah sebulan. Namun saat pandemi, banyak hal yang menghalangi kami melakukan aktivitas donor darah, di mana saat itu maksimal kami hanya mengumpulkan sebanyak 600 kantong darah setiap bulan,” ungkapnya.
Namun saat ini, pria yang akrab disapa dr Syafi mulai optimistis untuk kembali memberikan pelayanan terbaik melalui ketersediaan darah di unit yang dipimpinnya.
“Pada akhir masa pandemi khususnya setelah vaksinasi, kami melakukan berbagai kegiatan untuk terus memenuhi kebutuhan darah di Pamekasan dan sekitarnya. Juli kemarin mulai menggeliat di angka 800 (kantong darah), Agustus (2022) ini tembus di angka 1.050 kantong,” jelasnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pmi-pamekasan”]
Bahkan pihaknya menilai capaian angka seribu dalam waktu sebulan, dianggap sangat penting sekaligus dapat menjadi spirit untuk terus memberikan pelayanan dan kontribusi kemanusiaan melalui pemenuhan kebutuhan darah bagi para pasien.
“Kami sebagai kepala menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim kami yang benar-benar tanpa lelah memeras keringat dan tenaga untuk melakukan berbagai pencarian dan layanan donor darah bagi masyarakat. Tentu saja capaian ini belum sempurna, karena fakta di lapangan kebutuhan darah masyarakat Pamekasan dan sekitarnya terus bertambah,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat mengenai kebijakan layanan darah selama masa pandemi. “Dari kami, mohon maaf kepada seluruh masyarakat bila saat tertentu, mungkin kami saat situasi kritis stok dan mengharuskan keluarga pasien donor pengganti, kami minta maaf,” pungkasnya. [pin/suf]






