Sumenep (beritajatim.com) – Rumput laut kering jenis sargassum dari Sumenep telah mampu menembus pasar Cina. Ekspor rumput laut itu dilakukan salah satu UMKM Sumenep, PT Setera’ Ebumi Sumekar, di Kecamatan Batang-batang.
Manager PT Setera’ Ebumi Sumekar, Heri Siswanto menerangkan, sargassum yang diekapor adalah jenis sargassum daun lebar. Setiap bulan, pihaknya mengekspor ke Cina sebanyak 240 ton.
“Kami sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan di Cina untuk ekspor sargassum. Kontraknya selama dua tahun, dengan pengiriman 240 ton setiap bulan. Di Cina, rumput laut jenis sargassum digunakan untuk bahan kosmetik dan pupuk,” jelasnya, Jumat (2/9/2022).
Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan baku sargassum, karena komoditas itu banyak tumbuh di Kepulauan Kangean. Selain itu, tumbuhnya juga sangat cepat.
“Sargassum daun lebar ini tersebar di seluruh perairan Kepulauan Kangean dan pulau lainnya. Para petani atau nelayan tidak perlu membudidayakannya karena tinggal mengambil di laut. Kami kemudian membeli sargassum itu dari nelayan pulau setempat,” terangnya.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumenep, Ahmad Masuni mengapresiasi ekspor sargassum tersebut. “Ini menunjukkan bahwa UMKM binaan instansi terkait sudah mampu memperluas pemasaran hingga ke pasar internasional. Ini yang kemudian harus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”umkm”]
Kami berharap para pelaku UMKM mampu membaca peluang supaya usahanya berkembang dan mampu ekspor produknya ke luar negeri. “Seperti PT Setera’ Ebumi Sumekar ini, dengan usaha yang dilakukan, mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Salah satunya sebagai pemasok bahan baku,” ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Perindag Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, pihaknya sebagai Pembina UMKM berkomitmen untuk membantu kebutuhan sarana, supaya mereka mampu berkembang bahkan bersaing dengan pengusaha lainnya. “Kami siap mendukung aktifitas yang dilakukan UMKM dan membantu untuk kebutuhan usahanya,” katanya.
Sebagai langkah agar perkembangan komoditas ekspor Kabupaten Sumenep tetap lancar, salah satu langkahnya adalah dengan membentuk koperasi bagi pelaku UMKM. “Nantinya koperasi itu yang mengelola pengadaan bahan baku termasuk menjualnya kepada siapapun yang membutuhkan rumput laut jenis sargassum. Ini supaya harga tetap stabil dan tidak ada pelaku UMKM yang dirugikan,” paparnya. [tem/suf]






