Malang (beritajatim.com) – Dwi Nur Hanifah dinobatkan sebagai Pesilat Putri Terbaik dalam ajang Kompetisi Pencak Silat Piala Kapolres Malang Cup 2022.
Hanifah adalah pesilat tangguh dari organisasi silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kecamatan Ampelgading, Cabang Kabupaten Malang, Pusat Madiun.
Hanifah saat ini masih berstatus pelajar kelas 3 MTs Roudhotul Ulum Tawangmangu, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Selain menyabet gelar Pesilat Putri Terbaik, gadis kelahiran 21 Februari 2008 ini, keluar sebagai juara I di kelas D bobot 51-55 kilogram. Prestasi yang diraih ini, semakin mendekatkan impian Dwi Nur Hanifah menjadi atlet pencak silat nasional.
“Saya senang sekali bisa meraih juara I. Bahkan saya tidak menduga kalau menjadi pesilat terbaik,” ucap Dwi Nur Hanifah, Kamis (1/9/2022).
Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Surono Anwar – Khoirul Yani ini, sebetulnya orang baru di dunia persilatan. Dia mulai bergabung dan berlatih di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kecamatan Ampelgading, Cabang Kabupaten Malang, Pusat Madiun baru setahun. Tepatnya ketika duduk di kelas 2 MTs.
Namun kemampuan serta semangatnya untuk menjadi atlet pencak silat, menjadikannya berkembang pesat. Terbukti dengan prestasi yang diraihnya pada tahun ini.
Hebatnya, tiga kali ikut kejuaraan pencak silat, Dwi Nur Hanifah berhasil meraih juara I. Prestasi gemilang itu ia bukukan pada bulan Maret 2022 lalu di Kejuaraan Banyuwangi Champion.
Kemudian kedua Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Lumajang Cup pada bulan Mei 2022 juga juara I. Dan ketiga Kapolres Malang Cup berhasil meraih juara I dan pesilat terbaik.
“Saya memang bercita-cita ingin menjadi atlet. Karena pencak silat ini bagi saya sangat menarik,” ujarnya.
Untuk mewujudkan cita-citanya itu, selain terus mengikuti beberapa kejuaraan, Dwi Nur Hanifah juga terus mengasah skill dan kemampuannya. Salah satunya dengan berlatih setiap hari.
“Hanya Selasa malam saja libur latihan. Setiap hari saya berlatih 4 sampai 5 jam,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polres-malang”]
Sementara itu, Doris Wahyu Bulan, pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kecamatan Ampelgading, Cabang Kabupaten Malang, Pusat Madiun mengatakan bahwa Dwi Nur Hanifah memang memiliki bakat. Sejak bergabung di PSHT, Dwi sudah terlihat berbakat sebagai atlet.
“Dia ini memiliki semangat yang luar biasa untuk mengejar impiannya. Misalnya ketika ikut Kejuaraan Kapolres Malang Cup, dia selalu berlatih dan menyiapkan diri dengan baik,” papar Doris. [yog/but]







