Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menggelar simulasi Tanggap Darurat Bencana.
Dekan Fikes Unitomo, Miftahul Khoiroh menerangkan, bahwa kegiatan simulasi ini bertujuan agar mahasiswa siap untuk menghadapi dan menjadi bagian relawan saat terjadi bencana. Peserta simulasi sendiri ada sebanyak 80 mahasiswa Fikes.
“Simulasi ini kami mulai tanggal 29 Agustus lalu, dan saat ini simulasi untuk tanggap darurat dengan tingkat bencana yang cukup dahsyat hingga menimbulkan banyak korban,” ujar Miftah, Rabu (31/8/2022).
Ia mengatakan, peserta simulasi sebagian besar dari prodi D3 Teknologi Bank Darah (TBD), baik dari semester 6 hingga mahasiswa baru. Mengingat dalam kurikulum yang ada telah dimasukkan mata kuliah Tanggap Bencana.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
“Hal ini agar mahasiswa TBD bisa in charge dengan situasi-situasi seperti ini, mengingat ke depan tenaga mereka sangat dibutuhkan. Kami bersama PMI Kota Surabaya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri serta memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap mahasiwa. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan simulasi ini dapat memudahkan dalam menjalankan tugas yang telah diberikan dan bisa saling kerja sama tim,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Simulasi Tanggap Darurat Bencana, Agung menjelaskan, secara teknis peserta akan diberikan gambaran mengenai antisipasi jika terjadi bencana, melatih tanggap bencana, hingga membedakan kategori pasien.
“Jadi kategorinya ada darurat dengan warna kuning, gawat darurat dengan warna merah, meninggal dengan warna hitam, atau luka ringan yang bisa dibilang tidak gawat darurat dengan warna hijau. Dengan demikian kami bisa Tangguh dalam menghadapi bencana,” jelasnya. [ipl/beq]






