Lamongan (beritajatim.com) – Festival Dayung Perahu Tradisional di Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan berlangsung meriah. Ada Musik DJ yang membuat ribuan penonton mulai anak-anak hingga dewasa terhibur pada Sabtu (27/8/2022) sore ini.
Serunya, lomba Festival Dayung Perahu Tradisional tersebut tak hanya diikuti oleh bapak-bapak namun juga ibu-ibu. Mereka berupaya adu cepat dengan mendayung sekuat tenaga melintasi Bengawan Mati untuk mencapai garis finish yang telah ditentukan panitia.
Keseruan lainnya adalah lomba ini juga diiringi oleh musik DJ yang dimainkan langsung oleh DJ Rara De Syorez. Tak mau kalah, Ibu-ibu Hits Megilan Tejoasri pun turut meneriakkan yel-yel andalan mereka.
“Pesertanya ini terdiri dari 16 tim, yakni 8 tim putra dan 8 tim putri. Tiap tim ini jumlahnya 4 orang, meliputi 3 pendayung dan seorang penabuh drum,” ujar Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, Sabtu (27/8/2022).
Pihaknya juga menambahkan bahwa para peserta ini merupakan perwakilan dari tiap dusun yang ada di Desa Tejoasri. “Di desa ini ada 4 dusun, yakni Dusun Bungkawak, Pilang, Rengin, dan Tejo. Jadi masing-masing dusun diwakili oleh 2 tim putra dan 2 tim putri,” imbuhnya.
Mengenai ide digelarnya festival dayung ini, Yusuf menjelaskan, berawal dari keinginannya untuk memanfaatkan potensi yang ada di Bengawan Mati desa setempat menjadi destinasi wisata.
“Dulu Pak Bupati sempat melakukan restocking benih ikan di sini. Sehingga kami juga ingin terus menggali potensi yang ada untuk mewujudkan destinasi wisata yang menarik. Ini adalah momentum tepat untuk memulainya,” terangnya.
Dikatakan Yusuf, festival dayung ini memperebutkan total hadiah senilai Rp3 juta. Ia bersyukur, karena masyarakat desa tampak antusias mengikuti dan menyemarakkan festival dayung dan serangkaian kegiatan lainnya.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Ke depan festival dayung ini akan menjadi agenda rutin yang digelar oleh Desa Tejoasri. Semoga Tejoasri semakin maju dan pelaksanaan festival lebih meriah lagi,” tandasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Lamongan”]
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang berkesempatan untuk membuka festival ini sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini.
“Luar biasa festival ini, masyarakat juga sangat antusias. Kami harap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Tentu kami selaku Pemerintah Daerah akan terus menyempurnakan dan mendorong agar Tejoasri ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik,” ungkap Yuhronur.
Tak cukup itu, pihaknya juga mengajak kepada desa lainnya untuk terus menggali potensi yang ada. Sehingga, Kabupaten Lamongan akan kembali bergeliat dan mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.
“Kami juga berharap nanti beberapa destinasi yang ada di kawasan ini bisa kita integrasikan dengan potensi lain seperti kuliner dan lain-lain. Selain itu, melalui festival ini semoga nantinya juga muncul bibit-bibit unggul, atlet dayung,” tutupnya. [riq/beq]








