Magetan (beritajatim.com) – Bukan pertama kali kejadian temuan mayat di Sungai Tekuk Menjalin, Desa Temenggungan, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur. Dedik Suryono, Kaur Perencanaan Desa Temenggungan mengungkapkan sudah tiga kali kejadin temuan mayat di sepanjang sungai itu beberapa tahun terakhir.
Dedik mengungkapkan akjbat temuan mayat beberapa kali, warga pun jarang mendekat ke sekitar sungai. Dia menyebut kedalaman sungai mencapai empat meter di beberapa titik, dan sungai itu penuh dengan bebatuan. Arusnya pun cukup deras di beberapa lokasi. Ditambah, trauma warga terhadap temuan mayat yang diduga akinat terpeleset hingga jatuh tenggelam di sungai membuah warga menghindari kawasan sungai.
“Hanya beberapa orang saja yang mendekat. Anak-anak juga sudah dilarang keras oleh orang tua untuk mendekati area sungai. Hanya warga yang cari rumput atau yang menyedot air saja yang datang ke kawasan sungai,” kata Dedik pada beritajatim.com, Sabtu (27/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”mayat-magetan”]
Dia menduga kalau mayat bergamis yang ditemukan pada Sabtu (27/8/2022) pukul 12.00 WIB itu mungkin sudah tersangkut beberapa hari. Namun, karena jarang ada warga yang datang ke sungai, jadi baru ditemukan.
“Kemungkinan sudah beberapa hari dan karena baru tadi ini salah satu warga datang ke sungai akhirnya baru ditemukan. Kalau sementara belum ada warga kami yang merasa kehilangan sanak saudara ya. Jadi, sementara belum dipastikan kalau warga sini. Mayatnya pakai gamis putih dan celana panjang gelap. Kemudian, jenis kelaminnya laki-laki,” kata Dedik.
Untuk diketahui, warga Desa Temenggungan, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, geger akibat temuan mayat tanpa identitas di sungai Tekuk Menjalin desa setempat, Sabtu (27/8/2022) pukul 12.00 WIB. Mayat itu pertama kali ditemukan oleh Suwarni warga setempat yang rumahnya tak jauh dari sungai saat dia hendak buang hajat.
Dia pun segera kembali naik dan melapor ke perangkat desa setempat. Laporan itu kemudian diteruskan pada Polsek Karas. Polisi segera memasang garis polisi di sekitar lokasi guna menghalau warga yang ingin mendekat. Kemudian tim inafis datang ke lokasi guna memeriksa dan mengevakuasi korban yang posisinya telungkup dan tersangkut di bebatuan sungai.
Kapolsek Karas AKP Bayu Nirbaya Bhakti mengungkapkan jika pihaknya menerima laporan dari warga setempat. Mayat itu berjenis kelamin pria. Kondisi mayat sudah membusuk dan sulit dikenali. Tak ada identitas yang melekat di tubuh korban. Pun, saat ditemukan korban menggunakan gamis putih dan celana warna gelap. (fiq/kun)






