Gresik (beritajatim.com)- Pelanggan air Perumda Giri Tirta Gresik, mulai mendapat pasokan dari sistem penyedia air minum Bendung Gerak Sembayat (SPAM BGS). Sebab setelah dilakukan uji coba, hasilnya tidak ada kendala.
Sebelumnya, pertengahan bulan Juli 2022 lalu percobaan pengoperasian BGS itu dilakukan. Selama sebulan diuji coba, proses produksi hingga distribusi melalui pipa tidak terjadi kendala yang berarti. Akhirnya, mulai Agustus 2022 air dari SPAM BGS sudah mengalir ke rumah-rumah. “Sejak 13 Agustus 2022 lalu mulai beroperasi secara normal,” ujar Direktur Utama Perumda Giri Tirta, Kurnia Suryandi, Selasa (23/08/2022).
Saat dilakukan commissioning test masih ada kendala. Salah satunya, di lapangan tetap muncul karena baru pertama dioperasikan. Namun, hal tersebut sudah berhasil diselesaikan. “Kendala tetap ada, tapi sudah diatasi oleh PT Pembangunan Perumahan Krakatau Tirta (PPKT) sebagai rekenan,” ungkap Kurnia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”giri-tirta”]
Ia menjelaskan secara keseluruhan hasil dari commissioning test itu sesuai yang diharapkan. Bahkan, air BGS itu mengalir sampai ke ujing pipa yang dibangun hingga Jalan RE Martadinata Gresik.
Sesuai rencana SPAM BGS bakal mengaliri ke daerah-daerah yang belum teraliri air dari Perumda Giri Tirta. Seperti sebagian Kecamatan Gresik, Manyar, Sidayu, Bungah, hingga Kecamatan Dukun. Namun, untuk sementara ini air dari SPAM BGS itu baru mengalir ke beberapa titik saja.
Di tahap awal lanjut dia, BGS bakal memproduksi air sebesar 450 liter per detik (lpd). Hingga pada tahun 2023 nanti mencapai kapasitas maksimal yakni 1.000 lpd. “Semua itu masih simulasi dengan eksisting agar maskimal, sehingga belum ketemu angka optimal sudah berapa saluran yang dialiri,” ujarnya.
Seperti diketahui, proyek SPAM BGS itu menelan anggaran Rp 618 miliar. Dengan estimasi produksi awal mencapai 450 liter per detik (lpd). Begitu seterusnya sampai tahun 2023 hingga mencapai kapasitas maksimal 1.000 lpd. Dengan kapasitas sebesar itu, BGS digadang-gadang akan mampu memenuhi kebutuhan air di wilayah Utara Gresik. [dny/kun]






