Pamekasan (beritajatim.com) – Kesejahteraan Petani Tembakau menjadi grand tema Rapat Kerja (Raker) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, di Auditorium Hotel Odaita Jl Raya Sumenep 88 Pamekasan, Sabtu (20/8/2022).
Dalam kesempatan tersebut, organisasi profesi kewartawanan di Pamekasan, mengundang sejumlah tokoh penting hingga praktisi tata kelola tembakau. Di antaranya Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM), H Khairul Umam.
Selain itu juga terdapat tokoh lain yang diplot sebagai pemateri dalam serimoni Raker PWI Pamekasan, yakni pejabat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamekasan, Suaidi, serta Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Ismail A Rahim.
“Pada kesempatan ini, kami sengaja mengangkat tema tentang kesejahteraan petani tembakau, salah satunya karena tembakau Pamekasan pernah jaya dengan turn over satu musim yang mencapai angka 40 persen dari APBD Pamekasan, bahkan case 2012 silam, turn over mencapai angka sebesar 741,3 miliar,” kata Ketua PWI Pamekasan, Tabri S Munir.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pwi-pamekasan”]
Hanya saja kondisi tersebut kontras dengan fenomena yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Kondisi ini menjadi salah satu motivasi kami untuk kembali merefresh beberapa hal tentang tembakau, tentunya dengan orientasi pada kesejahteraan para petani tembakau di kabupaten Pamekasan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga ingin mengupas secara singkat seputar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Niaga Tembakau, termasuk juga Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. “Apalagi regulasi ini justru gagal tersampaikan dengan baik kepada publik, khususnya dalam proses uji publik,” jelasnya.
“Tidak kalah penting, matari ini juga menjadi salah upaya dan ikhtiar dari kami untuk meningkatkan pemahaman anggota (PWI Pamekasan) terhadap berbagai kebijakan tembakau maupun pertanian secara umum,” pungkasnya. [pin/suf]






