Lamongan (beritajatim.com) – Setelah dilakukan upaya vaksinasi, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Lamongan diklaim melandai dan terkendali. Meski begitu, Lamongan belum berencana membuka kembali pasar hewan, utamanya yang berada di Tikung dan Babat.
Pemkab Lamongan masih menunggu tahapan vaksinasi di seluruh wilayahnya selesai. Sehingga terwujud zero case PMK.
“Rencana pembukaan pasar hewan di Lamongan ini kita menunggu dulu tahapan vaksinasi selesai semua dan merata. Sehingga bisa nol kasus PMK,” ujar Medik Veteriner Disnakeswan Lamongan, drh. Rahendra Prasetya, Sabtu (20/8/2022).
Menurut Rahendra, kalau pasar hewan dibuka kembali maka pihaknya khawatir lalu lintas ternak akan susah dikendalikan. Keputusan untuk belum membuka pasar hewan ini berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sebelumnya.
“Kita khawatir, karena tanggal 14 Agustus kemarin itu ada kasus ternak sapi di Pangean yang tertular PMK. Ternyata, sapi itu dibeli dari pasar sapi di Bojonegoro. Berdasarkan evaluasi itu, kita putuskan belum membuka pasar hewan dulu,” terangnya.
Rahendra juga menegaskan, untuk penjualan ternak sapi itu tidak bisa dilakukan secara serta merta. Ia menyebut, penjualan sapi itu harus disertai dengan surat keterangan sudah vaksin dosis kedua.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Disnakeswan Lamongan, dari 26 kecamatan yang awalnya terpapar wabah PMK, saat ini berkurang menjadi 24 kecamatan. Rahendra berkata, angka kesembuhan ternak yang terjangkit PMK di Lamongan juga cukup tinggi.
Hingga saat ini, tercatat ada 999 ekor ternak dari 3.583 ekor yang terjangkit PMK dinyatakan sembuh. Untuk hewan ternak sapi yang mati ada 28 ekor. Sedangkan 76 ekor ternak kambing yang tertular di 6 kecamatan, semuanya dinyatakan sembuh, hanya ada 2 ekor kambing yang mati.
“Jadi saat ini ada 2.449 ekor sapi yang masih sakit. Untuk itu vaksinasi terus kami genjot, sembari menunggu ternak yang terjangkit sembuh. Kami terus melakukan penyuntikan di daerah landai agar penularan bisa diminimalisir,” ujar Rahendra.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penyakit-pmk”]
Lebih lanjut, agar tahapan vaksinasi di Lamongan berlangsung sukses, Rahendra berharap, ada droping vaksin berkesinambungan yang digelontor dari pusat ke daerah. Dengan begitu, vaksinasi untuk daerah zona hijau juga bisa lebih merata.
“Vaksinasi terus kita genjot, sampai saat ini sudah tersalur sekitar 16.900 dosis vaksin. Mulai ada grafik positif. Ada 16 kecamatan yang tersentuh vaksin PMK. Capaian vaksinasi di Lamongan berkisar 14,5 persen dari 117.000 total populasi,” bebernya.
Secara rinci, Rahendra menyebutkan, 16.900 dosis vaksin itu meliputi 9.900 dosis 1 di tahap 1, 7.000 dosis 1 di tahap 2 atau perluasan. “Revaksinasi atau dosis 2 realisasinya sampai dengan tanggap 17 Agustus 2022, dengan jumlah 6.415 dosis,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya Pemkab Lamongan telah memberlakukan pembatasan seluruh lalu lintas hewan ternak termasuk kebijakan penutupan 2 pasar hewan yang terletak di Tikung dan Babat.
Selain itu, Pemkab bersama tim gabungan juga melakukan pengawasan terhadap jual beli lintas daerah hingga pendirian posko pengawasan. Bahkan, juga telah dilakukan sosialisasi penanganan PMK dini bagi peternak pada 25 Juli 2022 lalu. [riq/beq]






