Surabaya (beritajatim.com) – Pilpres dan Pileg memang masih akan digelar 14 Februari 2024. Sedangkan, Pilgub Jatim baru sekitar November 2024. Suasana mulai menghangat karena beberapa partai sudah membentuk koalisi.
Ada yang menamakan dirinya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), terdiri dari Golkar (13 kursi), PPP (5 kursi) dan PAN (6 kursi). Kekuatan mereka di DPRD Jatim sebanyak 24 kursi. Sedangkan, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), terdiri dari PKB (25 kursi) dan Gerindra (15 kursi), memiliki kekuatan 40 kursi di DPRD Jatim.
Meskipun kita tahu bersama, jumlah kursi tidak berbanding lurus dengan kemenangan di Pilgub Jatim 2018 maupun Pilpres 2019 lalu. Figur pasangan calon tetap menjadi yang paling utama untuk dipilih rakyat, selain kekuatan mesin parpol.
Kedua koalisi partai, baik KIB maupun KIR sama-sama masih membuka diri kepada parpol lain untuk bergabung. Demokrat sendiri diprediksi lebih memilih akan membentuk koalisi bersama Partai NasDem dan PKS di tingkat pusat. Jika benar koalisi itu terbentuk dan juga terjadi di Jatim, maka kekuatan partai itu di DPRD Jatim sebanyak 27 kursi. Demokrat memiliki 14 kursi, NasDem 9 kursi dan PKS 4 kursi di DPRD Jatim.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pilgub-jatim”]
Jika ada tiga koalisi partai dalam Pilgub Jatim, menyisakan PDIP sebagai jawara di Jatim yang memiliki 27 kursi DPRD Jatim. Kemudian, ada Partai Hanura 1 kursi dan PBB 1 kursi yang belum memiliki teman koalisi.
Ketua KPU Jatim, Choirul Anam dalam suatu kesempatan pernah mengatakan, untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim November 2024 mendatang anggaranya sudah clear. Kepastian pendanaan ini sudah tercantum dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/87/KPTS/013/2022 tentang Komponen Pendanaan Bersama Antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah kabupaten/kota dalam Penyelengaraan Pilkada Serentak 2024.
Anam menjelaskan, Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang sudah clear terkait anggaran. Bahkan, sudah keluar SK Gubernur Nomor 188 tertanggal 2 Februari 2022 kemarin, terkait kesepakatan pendanaan bersama antara Pemprov Jawa Timur dengan kabupaten/kota.
Anam menyebutkan kebutuhan pilkada serentak mencapai Rp 845 miliar. Namun, kebutuhan itu dipenuhi di dana cadangan sebesar Rp 600 miliar. “Dianggarkan lagi dana cadangan di anggaran APBD 2023. Baru sisanya di APBD TA 2024,” terang dia.
DPD Partai Gerindra Jatim menyatakan siap menjalankan kesepakatan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad (Gus Sadad) menyebut sesuai poin perjanjian kedua partai salah satunya tentang koalisi pada Pemilu serentak 2024. “Dan dalam diktum kesepakatan itu, berlaku pemilu serentak 2024. Jadi, ini dapat diartikan sampai Pilkada 2024 (Pilgub Jatim),” tegasnya, Jumat (19/8/2022).
Gus Sadad mengatakan, bahwa peluang Gerindra dan PKB koalisi di Pilgub Jatim 2024 sangat terbuka. Dengan dua tahun waktu tersisa memungkinkan untuk mengajak partai lain bergabung. “Dengan kerja sama di level pusat tentu di daerah komunikasi kami semakin baik. Tidak menutup kemungkinan sampai Pilgub Jatim, dan tentunya partai lain yang ingin gabung monggo,” ujarnya.
Soal siapa calon yang diusung di Pilgub Jatim 2024, Gus Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini menilai hal itu masih jauh momennya. Namun, ia menyebut, nama Khofifah Indar Parawansa masih sebagai Calon Gubernur Jatim terkuat.
“Bu Khofifah masih tertinggi ya secara survei. Namun, Bu Khofifah ini levelnya sudah percaturan politik tingkat nasional. Masih belum jelas juga kontestasi Pilgub Jatim ke depan, karena masih ditentukan oleh pemilihan presiden dan pemilihan legislatif,” tukasnya.
“Apalagi kan Pilkada Serentak 2024 kursinya kan dihitung berdasarkan hasil Pileg 2024. Ditunggu saja, semua kemungkinan terbuka lebar,” tandasnya.
Dari data yang dihimpun, sejumlah nama kader internal dari Gerindra muncul di bursa survei cagub atau cawagub Jatim 2024. Yakni, Gus Sadad sendiri, kemudian Sekretaris Gerindra Jatim Kharisma Febriansyah, hingga Bendahara Gerindra Jatim Muhammad Fawait (Gus Fawait).
Tetapi saat Rakerda Gerindra Jatim yang diadakan di Hotel Wyndham Surabaya pada 30 Maret 2022, 38 DPC Partai Gerindra se-Jatim secara bulat meminta Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad untuk running Pilgub Jatim 2024 sebagai cagub.
Untuk PKB sendiri ada sejumlah nama kader internal yang masuk bursa Cagub Jatim 2024. Yakni, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah, Bupati Pamekasan Badrut Tamam, hingga Bupati Lumajang Thoriqul Haq.
Sementara itu, KIB Jatim sendiri saat ini masih fokus untuk Pilpres 2024 dan belum mau berbicara soal Pilgub Jatim dan Pilkada kabupaten/kota 2024.
Ketua DPW PPP Jatim, Mundjidah Wahab menegaskan, fokus KIB ke Pilpres 2024 dulu. “Soal Pilkada Jatim dan Pilkada kabupaten/kota nanti dulu dilihat situasi kondisinya,” tuturnya.
Sementara itu, lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) telah merilis hasil survei elektabilitas calon yang berpotensi Pilgub Jatim 2024. Hasilnya, incumbent Khofifah Indar Parawansa masih unggul jauh dari nama lain.
Sejumlah nama ketua parpol di Jatim mulai bergeliat dan muncul di elektabilitas cagub Jatim 2024. Di antaranya Emil Dardak yang saat ini menjabat sebagai Wagub Jatim dan Ketua Demokrat Jatim.
Kemudian, ada nama Ketua PDIP Jatim Kusnadi, Ketua Gerindra Jatim Gus Anwar Sadad, Ketua Golkar Jatim M Sarmuji, Ketua PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan Ketua PPP Jatim Mundjidah Wahab.
Tidak hanya itu, yang menarik adalah munculnya nama mantan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga Sekjen PBNU.
“Saat ini, elektabilitas Khofifah Indar Parawansa masih dominan, belum ada calon atau nama lain yang mendekati elektabilitas Khofifah. Untuk saat ini belum terkejar. Yang menarik adalah munculnya nama Heru Tjahjono, mantan Sekdaprov Jatim. Heru banyak disebut responden di wilayah Mataraman. Beliau pernah menjadi Bupati Tulungagung dua periode,” kata Baihaki Sirajt, Direktur ARCI kepada wartawan di VVAL Cafe Surabaya, Rabu (20/7/2022) lalu.
Menurut Baihaki, meski Khofifah memiliki elektabilitas tertinggi, tetap saja angkanya belum aman. “Ya masih ada potensi calon lain kalau serius digarap wilayah Jatim. Tapi angka Khofifah juga belum sepenuhnya aman, meski selisihnya dengan nama atau calon lain jauh,” jelasnya.
Sedangkan, angka-angka ketua parpol di Jatim masih kecil, dan perlu kerja keras untuk menaikkan elektabilitas mereka.
Diketahui, Survei ARCI dilakukan pada 25 Juni-10 Juli 2022. ARCI menggunakan metodologi multistage random sampling dengan 1.200 responden. Survei ini memiliki margin of error sebesar -+2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (tok/kun)
Berikut hasil survei ARCI elektabilitas calon yang berpotensi mengikuti Pilgub Jatim 2024:
1. Khofifah Indar Parawansa: 31,25%
2. Emil Elestianto Dardak: 10,91%
3. Tri Rismaharini: 7,09%
4. Saifullah Yusuf: 6,50%
5. Anwar Sadad: 5,25%
6. Abdul Halim Iskandar: 5,08%
7. Bambang DH: 4,41%
8. Azwar Anas: 3,75%
9. Sarmuji: 3,42%
10. Puti Soekarno: 2,91%
11. Kusnadi: 2,71%
12. Thoriqul Haq: 2,42%
13. Heru Tjahjono: 2,25%
14. Irwan Setiawan: 2,08%
15. Fadhil Muzaki: 1,8%
16. Masfuk: 0,91%
17. Mundjidah Wahab: 0,8%
Tidak menjawab: 6,42%






