Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan ramai masyarakat dihebohkan dengan penemuan virus baru dari China, yakni Langya Henipavirus (LayV).
Pusat Pengendali Penyakit (CDC) Taiwan, mengabarkan bahwa dari tahun 2018 hingga 2022, ada puluhan orang yang telah terinfeksi di provinsi Shandong dan Henan China.
Data ini ditulis dalam sebuah studi dengan judul ‘A Zoonotic Henipavirus of Febrile Patients in China’. Laporan tersebut diterbitkan di New England Journal of Medicine, Kamis (4/8) lalu.
Melihat kasus tersebut, pihak CDC akan lebih memperketat pemantauan perkembangan LayV. Sejauh ini pasien yang terkena virus ini memiliki gejala yang mendominasi, seperti demam, batuk, hilangnya nafsu makan, nyeri otot, mual, muntah, sakit kepala, hingga menjadi mudah lelah.
Dari data tersebut juga disebutkan bahwa keseluruhan pasien memiliki riwayat kontak langsung dengan hewan. Hingga saat ini, penelitian mencatat bahwa penularan virus ini tidak memungkinkan menyebar antar manusia. Dengan kata lain, kemungkinan besar penularan terjadi dari hewan ke manusia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit”]
Meski begitu, masyarakat tetap harus mengantisipasi kemunculan virus tersebut, adapun hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari Langya Henipavirus atau sejenisnya, yakni dengan menjaga imun dan stamina tubuh.
Mulai dari mengonsumsi makanan dan minuman sehat, seperti buah, sayur, dan susu. Berolahraga secara teratur serta tidak lupa mengonsumsi vitamin atau suplemen untuk menambah daya tahan tubuh.
Jika memungkinkan, hindari kontak langsung dengan hewan menjijikkan dan berbahaya, seperti tikus, ular, kalajengking, kelelawar, atau lainnya. Hal ini tentu saja untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (fyi/ian)






