Surabaya (beritajatim.com) – Insomnia merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang banyak dialami orang. Kondisi ini terjadi apabila malam merasa kesulitan untuk tidur, sehingga biasanya baru bisa tidur di pagi harinya. Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan orang pada umumnya.
Ternyata tak banyak yang tahu, bahwa selain insomnia sebenarnya ada beberapa jenis gangguan tidur yang bisa dialami seseorang, di antaranya seperti;
Hipersomnia
Seseorang yang mengalami hipersomnia cenderung merasa sangat mengantuk pada siang hari. Saat mereka tidur, biasanya akan tidur dalam durasi yang cukup lama. Hal ini tidak lepas dengan gejala yang menyertainya, yaitu mudah lelah.
Sleep Apnea
Sleep apnea merupakan jenis gangguan tidur yang membuat pernapasan terhenti sejenak. Bahkan, hal ini biasanya terjadi secara berulang. Sehingga kerap memicu penderitanya tersenggal-senggal hingga mengorok.
Parasomnia
Mungkin kamu pernah melihat seseorang mengigau, menggertakkan gigi, merintih, atau bahkan berjalan dalam kondisi tidur? Hal ini merupakan jenis gangguan tidur parasomnia, yakni adanya gerakan atau perilaku yang abnormal ketika tidur.
Restless leg syndrome
Seseorang mungkin pernah mengalami kegelisahan saat tidur, sehingga kerap menggerak-gerakkan kakinya. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa kesemutan. Gangguan ini termasuk jenis restless leg syndrome atau sindrom kaki gelisah.
Narkolepsi
Kondisi di mana seseorang merasa sangat mengantuk secara tiba-tiba. Bahkan, tak jarang ia bisa mendadak atau seketika tertidur. Jenis gangguan tidur narkolepsi ini biasanya adanya faktor genetik atau gangguan neurologis. (fyi/ian)






