Sidoarjo (beritajatim.com) – Anggota komunitas Perempuan Penulis Padma (PERLIMA) Cabang Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar pesta puisi dan diskusi buku, di Rumah Budaya Jalan Malik Ibrahim no 39 Sidoarjo Sabtu (13/8/2022).
Malam Sastra PERLIMA diadakan sebagai ajang silaturahmi antar komunitas dengan mengambil momentum kemerdekaan Republik Indonesia. Malam Sastra akan menghadirkan para penyair, dan seniman serta penulis kondang antara lain Sunlie Thomas Alexander (Pemenang Anugerah Cerpen Kompas ), Ribut Wijoto (Penyair dan Komite Sastra Dekesda), Henry Nurcahyo (Aktivis Budaya Panji).
Ada pula Barbara Eny (Penulis buku anak), Afrizal Malna (Penulis & Seniman), Adi Wicaksono (Penulis & kurator), Don Aryadien (aktor dan deklamator Surabaya), dan sejumlah penyair dan penulis lainnya. “Selain pesta pembacaan puisi, acara inti malam ini adalah diskusi buku Rumah Berdinding Kisah, merupakan buku ke dua PERLIMA yang diluncurkan pada bulan Juli 2022 di Surabaya,” kata Ketua Panitia Dian KD.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sastra”]
Wina Bojonegoro, salah satu pendiri PERLIMA menceritakan Malam Sastra PERLIMA diadakan sebagai ajang silaturahmi antar komunitas dengan mengambil momentum kemerdekaan Republik Indonesia dan juga bedah buku “Rumah Berdinding Kisah” yang ditulis berdasarkan kisah nyata dari 23 anggota PERLIMA.
“Jadi PERLIMA ini berdiri pada 30 Maret 2021 yang awal mulanya dari kelas menulis perempuan dan kemudian terus berkembang dengan 99 anggota yang tersebar di seluruh daerah,” Kata Wina Bojonegoro ditemui disela-sela kegiatan Malam Sastra PERLIMA.
Selama satu tahun terakhir, PERLIMA sudah melahirkan dua buku, pertama Covad-Covid Bungkusan Boyband dan Menunggu Kabar Baik, kedua rumah berdinding kisah yang bercerita tentang kisah nyata dari 23 penulis yang sudah diterbitkan pada bulan Juli kemarin.
Wina menyebut acara itu untuk mengekspresikan diri bagi para perempuan. “Kata Oka Rusmini perempuan harus dirangkul dengan gaya party-party. Nah ini gaya party-party itu,” terangnya
Sementara itu, Ribut Wijoto menilai buku ini perlu dibaca melalui kompleksitas kehidupan di sekitar kita. “Kisah-kisah dalam buku ini merupakan perspektif atas beragam persoalan. Perspektif perempuan. Ketika kehidupan dibaca oleh perempuan. Ketika perempuan menulis dirinya sendiri,” katanya tersenyum simpul.
Anggota PERLIMA sendiri terdiri dari ibu rumah tangga, para profesional dan LSM. Ini membuat cerita di buku itu beragam. Komunitas yang didirikan pada 30 Maret 2021 oleh Wina Bojonegoro telah berbadan hukum, dan sekarang telah melahirkan dua buku antologi esai.
Menurut pria yang bekerja sebagai redaktur beritajatim.com ini, buku ini tampaknya menghadang arus zaman. “Buku ini mengajak perempuan untuk menulis dirinya sendiri. Dan tidak sekadar mengajak tetapi sekaligus memberi tutorial, memberi ilmunya menulis,” papar Ribut. (isa/kun)







