Magetan (beritajatim.com) – Bukan tanpa sebab antrean kendaraan roda empat mengular di sejumlah SPBU di Magetan yang masih terdapat solar. Pihak Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara menyebut konsumsi BBM subsidi sudah over hingga 70 persen saat ini. Pertamina kemudian membatasi agar pemakaian kuota BBM bersubsidi tersebut bisa bertahan hingga akhir tahun 2022.
Arya Yusa Dwicandra Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara mengungkapkan jika memang perlu ada pembatasan penggunaan solar bersubsidi.
“Konsumsi BBM bersubsidi jenis solar di Jatim Bali Nus saat ini telah over 70 hingga 80 persen, sesuai data untuk di Kabupaten Magetan sudah over 5 persen. Sehingga kami harus melakukan penyesuaian agar bisa dimanfaatkan hingga akhir tahun 2022 nanti,” kata Arya, Jumat (12/08/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pertamina”]
Arya menerangkan jika saat ini untuk stok BBM sangat aman dan tidak masalah, di terminal BBM bisa bertahan hingga 7 hari kedepan dan dipastikan aman. Hanya yang menjadi masalah adalah penyaluran kuota BBM bersubsidi harus sesuai dengan keputusan dari pemerintah.
“Untuk itu kami mendorong bagi masyarakat untuk segera mendaftarkan diri atau kendaraannya di program subsidi tepat MyPertamina. Karena dengan melalui program ini subsidi tepat sasaran bisa diwujudkan. Dengan cara itu solar subsidi maupun bahan bakar pertalite akan benar benar bisa dinikmati bagi mereka yang memang berhak,” tegasnya.
Untuk diketahui, kuota solar untuk saat ini per bulan Agustus 2022 sudah tersalurkan sebesar 70 persen dari 2,2 juta kilo liter. Untuk kuota BBM di wilayah Magetan perbulan 3.100 kilo liter dan penyaluranya sudah over 5 persen. “Sekali lagi kami dari Pertamina perlu menyesuaikan di lapangan dengan pembatasan, agar kuota yang ada bisa terpenuhi hingga akhir tahun 2022 ini,” pungkasnya. (fiq/kun)






