Surabaya (beritajatim.com) – Danone Indonesia luncurkan Program Komunitas Isi Piringku di Jawa Timur. Peluncuran ini dilakukan di Kota Pasuruan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Emil Dardak.
Program Komunitas Isi Piringku bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya edukasi kesehatan, gizi, dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak sebagai upaya inovatif, promotif, preventif menuju Generasi Emas 2045.
Menurut Survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14%. Ini adalah upaya yang sangat besar dan cukup sulit.
Sementara, data dari Studi Status Gizi Indonesia mencatat, angka stunting di Jawa Timur 23,5% selama 2021.
Sedangkan di Kabupaten Magetan angka stunting berdasarkan SSGI tahun 2021 di poin 17,2%, Kabupaten Tulungagung 13,1%, Kabupaten Blitar 14,5% dan Kota Pasuruan 22,1%.
[berita-terkait number=”4″ tag=”danone”]
Salah satu cara untuk menanggulanginya adalah melakukan monitoring kesehatan dan perkembangan balita melalui Komunitas Ibu dan PKK, yang merupakan program Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).
Kegiatan ini dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Peran Komunitas Ibu dan PKK di tengah masyarakat sangatlah besar. Banyak program yang diperuntukkan bagi pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui,dan anak.
Pada kesempatan tersebut, Arumi Emil Dardak menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk pemangku kepentingan yang terlibat.
“Peluncuran hari ini untuk 4 kabupaten dan kota, harapan saya 34 daerah yang lain bisa mengikuti program yang sama”, kata Arumi.
“Saat ini dengan kemajuan teknologi, semua informasi bisa diakses dan dipelajari. Karena selama ini selain faktor ekonomi, stunting juga bisa terjadi karena faktor ketidaktahuan atau keterbatasan informasi. Edukasi semacam ini ditambah intervensi gizi yang masif akan bisa efektif menjadi bagian aksi pencegahan stunting”, tambahnya.
Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari Pemerintah selama ini.
“Danone Indonesia dengan visi One Planet One Health, baik melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika maupun PT. Tirta Investama berupaya berkontribusi untuk memutus mata rantai stunting dengan edukasi gizi seimbang dan kesehatan. Upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah untuk pencegahan stunting dan promosi gaya hidup sehat kepada Komunitas Ibu dan PKK” kata Karyanto.
“Tahun 2022 ini, Program Isi Piringku juga akan memberikan edukasi kepada para Ibu/orang tua, dengan tujuan memperkuat pemahaman gizi seimbang di masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, hal ini masih sejalan dengan sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2022, yaitu Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, Karyanto menambahkan.
Dalam pelaksanaannya, Danone Indonesia bekerjasama dengan NGO SPEKTRA melaksanakan Program Komunitas Isi Piringku di Jawa Timur yaitu Kota Pasuruan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Blitar. Direktur SPEKTRA, Roni S Sya’roni menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK.
“Komunitas Ibu dan PKK yang tersebar di berbagai wilayah di desa-desa menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting. Komunitas Ibu dan PKK menjadi pelayanan kesehatan terdepan dari Pemerintah. Komunitas Ibu dan PKK bisa menjangkau masyarakat secara langsung,” ujar Roni.
Program Isi Piringku dikembangkan Danone Indonesia bersama Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB sejak 2017, berupa modul pembelajaran sebagai panduan edukasi gizi yang dapat digunakan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK (4-6 tahun).
Isi Piringku adalah panduan sekali makan dengan asupan nutrisi yang berimbang. Panduan ini pula yang saat ini menggantikan kampanye 4 sehat 5 sempurna yang sudah tidak digunakan lagi.
Selama tahun 2017 – 2022 edukasi ini telah menjangkau 142.428 siswa, 147.669 orangtua dan 12.916 guru di 6.119 PAUD/TK yang berlokasi di 27 Kabupaten/Kota dan tersebar di 9 propinsi.
Peluncuran Program Komunitas isi Piringku ini juga dihadiri oleh 4 Istri Bupati/Walikota dalam kapasitas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK yaitu di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Magetan, Kabupaten Blitar dan Kota Pasuruan untuk berbagi tips trik dan suka duka dalam mengimplementasikan Cegah stunting di daerahnya masing-masing.[rea]






