Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 17 Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memanfaatkan limbah aspal laboratorium guna menambal jalan berlubang di sekitar kampus.
Kegiatan tersebut bermula berawal dari rasa prihatin mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang pada jalan berlubang di Jalan Bendungan Bening, RT 03/RW 07, Kelurahan Sumbersari, Kota Malang.
Mereka bergotong royong, ada yang bertugas membersihkan lubang jalan sebelum disiram aspal. Sebagian lagi ada yang mencairkan aspal dengan cara memanaskan aspal di atas kompor.
Ada juga yang bertugas memadatkan dengan plat baja, dan palu setelah aspal dituang ke jalan yang berlubang. Tidak ketinggalan mereka juga melindungi tangan dengan memakai sarung tangan.
Menurut salah satu mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang, Ahmad Fauzi, limbah aspal dari praktikum bahan jalan di Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik Sipil, biasanya dibuang. Maka, dia dan beberapa mahasiswa lain memiliki ide untuk dimanfaatkan menambal jalan berlubang sekitar area Bendungan Bening.
“Limbah aspal bekas praktikum selama ini hanya dibuang begitu saja. Makanya, kami berinisiasi memanfaatkan limbah itu sebagai bahan untuk menambal jalan berlubang di sekitar kampus tepatnya di Jalan Bendungan Bening,” terang Fauzi seperti dikutip dari laman resmi itn.ac.id pada Selasa (09/08/2022).
Alat yang digunakan untuk mengolah aspal, dan menambal pun cukup sederhana. Berupa peralatan rumah tangga yang dapat ditemui di dapur. Untuk mencairkan aspal mereka memakai wajan, sutil, dan kompor. Sementara, untuk memadatkan aspal menggunakan palu, dan plat baja yang mereka rakit sendiri.

Kegiatan ini, kata Fauzi, merupakan bentuk pengabdian masyarakat, yang menjadi implementasi tri dharma perguruan tinggi. Apalagi sebagai mahasiswa teknik sipil yang tidak asing lagi dengan cara mengolah aspal untuk jalan.
“Kegiatan menambal jalan berlubang memang belum pernah dilakukan oleh mahasiswa. Jadi ini kali pertama. Meskipun belum banyak jalan berlubang yang bisa kami tambal, tapi paling tidak sudah bisa membantu pengguna jalan khusus pengendara motor lebih nyaman ketika melintas di Jalan Bendungan Bening,” jelas Fauzi.
Sementara itu, A. Maulana Farabi mengatakan jika warga terlihat antusias dengan adanya perbaikan jalan oleh mahasiswa ITN Malang. Menurut dia, jalan di Bendungan Bening beberapa tempat berlubang dan harus segera diperbaiki. Padahal anggaran perbaikan jalan pernah diajukan oleh warga, namun sampai saat ini belum terealisasi.
“Ketua RW, dan ketua RT setempat menyambut hangat kegiatan kami. Warga juga antusias memberikan support, seperti konsumsi. Karena, memang mereka (warga) sudah sangat resah dengan jalan berlubang di lokasi tersebut,” ujar mahasiswa Teknik Sipil ITN tersebut.
Maulana berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut bisa membantu masyarakat serta diharapkan mahasiswa lebih peka pada kondisi lingkungan sekitar.
“Tentunya kami berharap kegiatan ini menjadi program yang bisa membantu warga dalam perawatan jalan khususnya di RT 03 RW 07. Kami juga berharap program seperti ini lebih masif, dan mahasiswa lebih peka melihat kondisi lingkungan sekitarnya. Seperti peribahasa mengatakan dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung,” imbuh Maulana. (dan/ted)






