Surabaya (beritajatim.com) – Hari kasih sayang biasanya kita peringati pada 14 Februari tepatnya saat valentine. Namun bagi budaya Tionghoa untuk merayakan valentine dengan festival Qi Xi.
Hari Valentine China dirayakan pada hari ke-7 bulan ke-7 pada penanggalan Imlek. Festival Qixi berarti “Festival Malam Tujuh. Awal mulanya perayaan cinta ini berakar kuat pada cerita rakyat Tiongkok berdasarkan legenda romantis Zhinü dan Niulang.
Dari legenda, Zhinü mewakili bintang Vega sebagai salah satu putri Kaisar Giok. Munculnya perasaan bosan pada kehidupan duniawinya di Surga, Zhinü turun ke bumi bahkan menentang aturan Surga karena jatuh cinta pada Niulang mewakili Altair, bintang paling terang di konstelasi Aquila.
Ibu Zhinü selaku Dewi Surga mendapat kabar Zhinü telah menikahi manusia sehingga dia mengirim tentara untuk menjemputnya. Para prajurit datang menjalankan tugas sehingga membuat pasangan kekasih itu harus berpisah.
Sampai akhirnya, Zhinü, Niulang, membawa anak mereka ke surga untuk mencari sang istri. Sayangnya Dewi Surga, mengetahui kedatangan Niulang, dia membuat sungai besar bernama Bima Sakti untuk memisahkan mereka.
Kisah cinta mereka tergerak pada hari ke-7 bulan lunar ke-7 datang sekawanan burung murai membentuk jembatan tepat di atas sungai besar sehingga mempertemukan Niulang dan Zhinü yang dikenal sebagai “Jembatan Murai”.
[berita-terkait number=”3″ tag=”peringatan”]
Kekuatan cinta mereka membuat Dewi Surga tersentuh sehingga mengizinkan keduanya bertemu di Jembatan Murai setiap tahun pada hari ke-7 bulan lunar ke-7 selamanya. Pada 2022, festival ini jatuh pada 5 Agustus..
Di Tiongkok, Festival Qi Xi menjadi momen penting para pasangan mengekspresikan perasaan cinta mereka dengan saling memberikan hadiah baik dalam bentuk liburan romantis bahkan menghabiskan waktu tentu merupakan pilihan yang menarik. Selain itu, alternatif lain adalah makan malam, pergi ke bioskop, dan lainnya.
Ada yang merayakan Festival Qi xi dengan memanggang dan memakan (qiogu), sejenis kue manis khas budaya Tionghoa. Hal ini karena karakter qio terdengar serupa dengan qiáo sebagai lambang Jembatan Murai. Secara tradisional, beberapa wanita berdoa kepada Zhinü untuk hikmat serta mendapatkan suami baik, dan kehidupan bahagia (PRD/ian).






