Gresik (beritajatim.com) – Diduga akibat konsleting listrik, produksi pallet kayu milik CV Nur Ratna yang berlokasi di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik, pukul 05.30 WIB ludes terbakar. Beruntung dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Untuk memadamkan kobaran api itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik, mengerahkan tujuh unit mobil damkar. Antara lain dua unit damkar dark Pemkab Gresik, tiga unit dari Damkar Pemkot Surabaya, satu unit dari Garuda Food, dan satu unit dari PT Agrindo.
Kendati mengerahkan tujuh unit mobil damkar. Api yang melalap bangunan produk pallet kayu serta mobil, mesin produksi dan bahan produksi terus berkobar. Minimnya suplai air untuk memadamkan api juga cukup menghambat proses pemadaman.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kebakaran”]
Kepala Dinas Damkarla Gresik, AH.Sinaga menuturkan, butuh waktu hampir enam jam untuk memadamkan api yang melalap produk pallet kayu. “Meski telah berhasil dipadamkan petugas kami yang dilapangan masih melakukan pembahasan. Mengingat bahan kayu sangat rentan terbakar,” tuturnya, Selasa (2/08/2022).
Ia menambahkan, selain mengerahkan tujuh unit mobil damkar. Pihaknya juga menerjunkan 30 personel gabungan berjibaku memadamkan api supaya tidak meluas. “Total ada 30 petugas damkar yang diterjunkan memadamkan api yang melalap produksi pallet kayu,” imbuhnya. [dny/kun]






