Surabaya (beritajatim.com) – Selama ini banyak orang beranggapan bahwa senyum merupakan tanda seseorang bahagia. Padahal nyatanya tidak melulu demikian. Bahkan dalam sebagian kasus, justru senyum bisa diartikan sebagai orang yang licik atau berpura-pura bahagia.
Bahkan tak jarang juga yang tersenyum untuk menutupi luka di hatinya. Biasanya orang-orang seperti ini cenderung menampakkan raut bahagia di hadapan orang lain. Padahal, sebenarnya ia sedang depresi dan berusaha menahan serta menutupi kesedihannya.
Mungkin depresi kerap diidentikkan pada sikap murung, sedih, sensitif, dan hal-hal negatif lainnya. Namun, nyatanya tak semuanya demikian. Maka untuk mengetahui seseorang sedang mengalami smiling depression atau senyum depresi, bisa dilihat dari beberapa tanda berikut ini;
Perubahan pola makan
Yang tak banyak orang sadari jika ia sebenarnya tidak baik-baik saja, sebenarnya dapat dilihat dari hal sederhana seperti perubahan pola makan. Seseorang yang mengalami smiling depression cenderung makan secara tidak teratur.
Hal ini tidak lepas dari mood yang ia rasakan, seperti jadi lebih tidak nafsu makan atau justru sebaliknya. Yang pasti berbeda dari biasanya.
Perubahan jadwal tidur
Tidak sekadar perubahan pola makan, jadwal tidur pun juga dapat dipengaruhi. Meski seseorang tampak seperti baik-baik saja dengan senyum ceria di depan orang, sebenarnya banyak hal yang sedang ia pikirkan dan rasakan. Tak ayal jika itu semua kemudian berdampak pada jam tidurnya yang menjadi berantakan.
Rasa bersalah dan tidak berharga
Orang yang mengalami smiling depression cenderung menyimpan beragam emosional di dalam hatinya. Kebanyakan dari itu semua justru hal-hal yang negatif, seperti perasaan bersalah berlebihan atau mungkin rasa tidak berharga sebagai manusia.
Hilangnya minat beraktivitas
Jika seseorang biasanya tampak aktif dan ceria, tapi tiba-tiba menjadi hilang minat beraktivitas, bahkan pada hal-hal yang sebenarnya sangat ia suka. Jika demikian, maka bisa jadi karena ia sedang mengalami smiling depression. Kondisi seperti ini merupakan tanda yang paling banyak ditemui. (Fyi/ian)






