Mojokerto (beritajatim.com) – Didampingi suami Supriyadi Karima Syaiful, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambangi anak penderita Cerebral Palsy (lumpuh otak), Aisyah Andriani di Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (22/7/2022).
Aisyah Andriani mengalami gangguan neurologis yang mempengaruhi gerakan tubuh dan koordinasi otot serta postur tubuh ini. Dalam Program Jumat Berkah tersebut, ia mendapatkan bantuan kursi roda, fisioterapi, cek kesehatan, sembako hingga pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota perempuan pertama di Mojokerto ini juga memberikan bantuan sepatu bagi balita yang mengalami kelainan sejak lahir, Alif Darmawan (2). Berpindah ke tempat lain, Ning Ita (sapaan akrab, red) menyempatkan berkunjung ke Posyandu Jiwa ‘Lentera Jiwa’.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Pos pelayanan terpadu ini, merupakan bagian dari program pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kelurahan Balongsari. Ada sebanyak 22 ODGJ yang diberikan pembinaan dan pelatihan. Mulai dari, pembuatan keset perca, telur asin dan pencucian kendaraan bermotor.
Selain bantuan bagi disabilitas dan kunjungannya ke Posyandu ODGJ, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini juga bersilaturahmi dengan para warga. Seperti, lansia di lingkungan setempat untuk memberikan bantuan kesehatan, fisioterapi bagi warga penderita stroke serta bantuan pendidikan bagi anak yatim.
“Program Jumat Berkah kali ini, kita berkeliling di Kelurahan Balongsari. Ada beberapa lansia yang membutuhkan bantuan terkait kesehatan mereka, mulai dari fisioterapi yang harus dilayani dalam bentuk home care. Kemudian ada disabilitas anak-anak, 2 orang yang membutuhkan alat bantu,” ungkapnya.
“Juga ada balita yang membutuhkan alat bantu karena kecacatan lahir dan kita juga memberikan bantuan untuk anak yatim yang membutuhkan biaya sekolah. Nanti akan kita support, ada namanya Vino sama Nadia kalau tidak salah. Kakak beradik yatim yang saat ini sedang mengenyam pendidikan SMA dan SD,” katanya.
Menurutnya, ada orang tua asuh yang akan membantu keduanya dalam kebutuhan biaya pendidikan. Ning Ita mengapresiasi adanya Posyandu ODGJ di Kelurahan Balongsari. Meski jumlah ODGJ di Kelurahan Balongsari cukup banyak, namun karena dikelola dengan baik oleh tim posyandu sehingga ODGJ di Kelurahan Balongsari berdaya.
“Mereka tidak lagi kambuh karena kita berikan aktivitas yang membuat mereka fokus sehingga tingkat stressnya bisa ditekan dan tingkat kekambuhannya menjadi 0. Ini dibuatkan satu tempat usaha di Jalan Benteng Pancasila, di Balai RW yang dialihkan sebagai tempat cuci mobil dan juga tempat pembuatan keset, telur asin,” ujarnya.
Produk dari ODGJ tersebut kemudian dipasarkan. Menurutnya, produk hasil ODGJ sama dengan produk yang dihasilkan oleh manusia normal pada umumnya. Pembinaan bagi ODGJ ini, diharapkan dapat memberikan kesibukan sehingga meminimalisir kekambuhan bagi penderita.
“Yang terpenting bukan pada output dalam bentuk materi tapi lebih bagaimana menekankan tingkat kekambuhan mereka dan menjadikan mereka produktif seperti manusia normal. Output nya sebenarnya ke sana jadi kalau secara ekonomi menghasilkan uang, itu bonus saja,” ujarnya. [tin/kun]







