Surabaya (beritajatim.com) – Husnu Alkaisar Jabbar Tuhardi siswa SDN Kaliasin 1 Surabaya menggelar acara sosialisasi pengelolaan sampah untuk warga Kelurahan Ketabang, Genteng, Sabtu (16/07/2022). Dengan mengusung tema ‘Pengelolaan sampah ala Kaisar’, bocah kelas 5 SD tersebut berhasil menginspirasi warga untuk mengolah sampah menjadi bentuk yang memiliki nilai ekonomis.
Diwawancarai Beritajatim.com, Kaisar mengatakan jika ia mulanya terinspirasi dari juara pangeran lingkungan hidup tahun 2021. Ia lantas mempelajari budidaya maggot lewat internet. “Terinspirasi Pangeran lingkungan hidup 2021 jadi aku mau biar ga banyak sampah juga di lingkungan,” ujar Kaisar.
Calon pangeran lingkungan hidup 2022 itu mengatakan jika kini, di rumahnya ia mempunyai 100 kilogram maggot. Menurut Kaisar, 1 kilogram maggot bisa mengkonsumsi 4 kilo sampah organik. Selain itu, sisa makanan yang dan kotoran maggot bisa digunakan untuk pupuk kompos. “Sekarang maggot itu nilainya 10 ribu per kilogramnya. Selain memakan sampah, sisa-sisa maggot itu bisa buat kompos,” tegasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sampah”]
Sementara itu, Ervina Farida ibunda dari Kaisar mengatakan, dirinya mendukung penuh kegiatan anaknya. Ia berharap agar kegiatan yang dilakukan Kaisar bisa berguna bagi masyarakat luas. “Kita lihat di Surabaya ini masalah sampah kan terus menumpuk. Jadi saya mendorong anak saya untuk peduli terhadap lingkungan khususnya sampah,” katanya.
Dalam acara yang dihadiri oleh Camat Genteng tersebut, warga dari 5 RT di wilayah Legundi tampak antusias untuk memelihara maggot. Tampak beberapa warga telah memelihara maggot untuk menjadi sumber uang di kepengurusan RT.
“Ini acara yang luar biasa bahwa adek kita Kaisar walaupun masih kelas 5 SD sudah mempunyai kepedulian dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat Surabaya,” ujar Aries Hilmi, Camat Genteng diwawancarai di lokasi.
Ia berharap, ilmu yang telah dibagi bisa dipraktekan dan berguna bagi ekonomi dan lingkungan di masyarakat. “Ini dari sampah bisa menjadi barang yang punya nilai ekonomis. Semoga bisa membersihkan lingkungan dan menaikan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ang/kun)






