Surabaya (beritajatim.com) – Dari 34 gelombang yang dibuka sejak April 2020, Program Kartu Prakerja telah dirasakan manfaatnya oleh 13 juta peserta. Dari jumlah atau penerima manfaat itu, sebanyak 1.269.950 merupakan penerima efektif dari Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari saat menjadi pembicara The 9th East Java Economic Forum 2022 bertopik ‘Akselerasi Pemulihan Ekonomi dan Sosial Jawa Timur pada Era Normal Baru’ yang digelar Bank Indonesia, Universitas Airlangga dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jawa Timur di Surabaya, 14 Juli 2022.
“Hingga 30 Juni 2022, total insentif dari Kartu Prakerja yang disalurkan kepada penerima program di Jawa Timur sebanyak Rp 2,7 triliun,” kata Denni yang membawakan presentasi bertema Program Kartu Pra Kerja dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kartu-pra-kerja”]
Doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder, Amerika Serikat, itu memaparkan, dunia ketenagakerjaan kita saat ini menghadapi disrupsi ganda. Pertama, disrupsi akibat teknologi digital mengoyak cara-cara lama perusahaan berproduksi, interaksi antarmanusia, yang menyebabkan ketidaknyamanan.
Belum lagi Revolusi Industri 4.0 masih bertransisi menuju era dihgitalisasi, datang disrupsi kedua, yakni pandemi COVID-19 yang banyak mengubah sendi-sendi kehidupan.
“Pandemi ini mengamplifikasi teknologi digital. Mobilitas interaksi antar manusia dibatasi, sehingga kita seperti ‘dipaksa’ go digital lebih luas dan lebih dalam,” ungkapnya.
Sementara itu, Rosanto Handoyo selaku ketua Panitia mengatakan jika tahun ini pengumpulan paper paling banyak usai 9 kali penyelenggaraan Ejavec. Dengan total 93 paper yang terkumpulkan, hasil karya ilmiah yang lolos dan menjadi juara akan menjadi referensi bagi pemerintah provinsi Jawa Timur untuk mengambil kebijakan ekonomi.
“Paper yang baik akan menjadi Rekomendasi solusi kreatif permasalahan ekonomi di Jawa Timur. dalam acara ini, Melibatkan peneliti, akademisi, mahasiswa hingga internasional,” tegas Rosanto.
Di forum ini, Denni Purbasari menjadi narasumber bersama Guru Besar IPB Muhammad Firdaus, dengan didahului pembicara kunci Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Budi Hanoto, dan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga Dian Agustia dipandu Sekretaris ISEI Surabaya Soni Harsono. (ang/ted)







