Kediri (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Partai NasDem, Khusnul Arif memanfaatkan reses di masa persidangan III tahun 2021/2022 dengan menemui para peternak di wilayah Kecamatan Gurah. Khusnul Arif menyerap aspirasi mereka di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Khusnul Arif mengatakan, kegiatan serap aspirasi ini sebagai bentuk keprihatinannya atas mewabahnya PMK di wilayah Kabupaten Kediri. Pihaknya ingin mendengar aspirasi para peternak untuk disuarakan melalui jalur parlemen.
“Kemarin saya sempat diwaduli oleh beberapa kepala desa yang warganya harus menanggung kerugian mencapai puluhan juta rupiah, karena sapi yang dipeliharanya meninggal dunia gara-gara terkena PMK. Ini kan ngeri sekali, sehingga harus segera dicarikan solusi,” tuturnya di Kantor Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Masih kata pria yang lebih akrab disapa Mas Pipin ini, karena banyaknya keluhan di masyarakat yang menggerakkan dirinya untuk memanfaatkan agenda resesnya dengan mempertemukan DKPP Kabupaten Kediri dengan para peternak. Tujuannya agar, para peternak bisa bertanya secara langsung dengan dinas terkait ihwal PMK dan cara penanganannya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kabupaten-Kediri”]
“Hari ini kami melakukan dialog bersama para kepala desa, Ketua Satgas PMK, dan perwakilan peternak di seluruh Kecamatan Gurah, Alhamdulillah tadi dari DKPP juga memberikan penjelasan berbagai cara penanganan sendiri, tanpa harus menunggu tim medis yang jumlahnya sangat kurang banyak di Kabupaten Kediri,” urainya.
Acara dihadiri, Camat Gurah, Drs. H. Kaleb Untung Satrio Wicaksono, MM, Kapolsek Gurah, AKP Roni Robi Harsono, jajaran DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan) Kabupaten Kediri, seluruh Kepala Desa beserta Ketua Satgas PMK.
Camat Gurah, Drs. H. Kaleb Untung Satrio Wicaksono, MM mengatakan, kegiatan serap aspirasi ini merupakan salah satu mekanisme yang melekat pada anggota DPRD untuk menyerap aspirasi dari bawah. Nantinya, suara masyarakat akan dibawa ke lembaga legislative dan pemerintah daerah setempat.
“Dalam forum ini, nanti panjenengan semua bisa menyampaikan keluhan-keluhan di desa kepada Mas Khusnul Arif. Dan fokus kita pada saat ini mengenai PMK, paling yang ditanyakan, di desa sudah dibentuk gugus tugas, kemudian kasus juga banyak, tapi setiap ada laporan, penanganannya selalu telat. Jadi klise, permasalah ini klise yang muncul bukan hanya di Kecamatan Gurah saja, tapi juga di daerah-daerah lain,” katanya.
Jumlah tenaga kesehatan hewan di Kecamatan Gurah ini hanya ada satu orang. Petugas bekerja untuk 36 desa. Sementara data Kecamatan Gurah, semua desa mengalami persoalan PMK yang sama.
“Alhamdulillah kemarin Kecamatan Gurah sudah mendapatkan vaksin sebanyak 300 dosis. Meskipun jumlahnya masih sangat kurang banyak, namun ya perlu disyukuri, dari pada tidak mendapatkan sama sekali,” ucapnya.
Terpisah, Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, melalui Catur Nanik F mengatakan, sampai saat ini pihaknya mendistribusikan vaksin untuk menangkal PMK pada sapi sebanyak 16 ribu.
“Jumlah ini memang masih sangat kurang sekali, tetapi karena stock vaksin itu sangat terbatas, sehingga akan didistribusikan secara berkala ketika sudah ada stock lagi,” ucapnya.
Selain mengandalkan vaksin, sebenarnya para peternak juga bisa melakukan berbagai hal supaya sapinya tidak sampai terkena Penyakit Mulut dan Kuku, yaitu dengan memberikan perawatan yang baik, serta dibuatkan jamu herbal sendiri menggunakan bahan-bahan di sekitar.
“Untuk pemberian makanan, sebaiknya jangan diberi rumput atau makanan yang panjang, supaya sapi peliharaan itu dapat dengan mudah mengkonsumsinya. Kalau diberi makanan berukuran panjang, biasanya ketika mulutnya sedang sakit itu tidak bisa makan,” tutupnya. [nm/ted]








