Lamongan (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan Kecamatan Modo, Lamongan, menyebabkan tanah yang ada di atas anak Bengawan Solo mengalami longsor.
Akibat kejadian ini, dua rumah milik warga harus terbawa longsor dan satu rumah lainnya rusak berat. Untung saja, kejadian ini tak sampai menelan korban jiwa.
Pada kesempatan ini, Kabid Logistik dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muhammad Muslimin menyampaikan bahwa kejadian longsor ini terjadi di Dusun Samben, Desa Jegreg, Kecamatan Modo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”longsor”]
“Akibat hujan ini, tanah yang ada di atas anak Bengawan Solo tergerus sepanjang lebih kurang 30 meter dengan kedalaman kurang lebih 7 meter,” ujar Muslimin kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).
Sedangkan 3 rumah yang terdampak, Muslimin menyebutkan, dua di antaranya milik Toyib dan Agus Susanto yang rusak parah karena terbawa longsornya tanah. Sedangkan 1 rumah lainnya milik Mus juga mengalami rusak berat meski tak sampai terbawa longsoran tanah. “Ada 2 rumah terbawa longsor dan 1 rumah lainnya rusak berat. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tandasnya.

Tak hanya itu, Muslimin juga mengungkapkan bahwa kerugian material yang harus ditanggung oleh pemilik rumah tersebut mencapai puluhan juta rupiah.
Menyikapi hal ini, tambah Muslimin, pihak TRC BPBD Lamongan bersama Muspika Kecamatan Modo telah melakukan assesment lapangan terhadap kejadian ini. “Kami juga terus berkoordinasi dengan unsur jajaran terkait untuk menentukan penanganan langkah selanjutnya. Sembari melibatkan relawan dan warga sekitar dalam mengevakuasi rumah terdampak,” akunya.
Lebih lanjut, Muslimin mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca saat ini yang masih sering turun hujan. “Hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi di Lamongan. Masyarakat harus lebih waspada dan segera melaporkan apabila ada kejadian serupa,” tutupnya.[riq/kun]






