Lamongan (beritajatim.com) – Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar kegiatan Kirab Budaya Nusantara, dalam rangka Satu Abad Terate Emas, 1922-2022. Pada hari ini, Senin (11/7/2022), kirab juga dilakukan di Kabupaten Lamongan.
Dalam kirab yang dilakukan oleh Tim Sadewa ini juga melakukan pengambilan air dan tanah di bumi Ngimbang, Lamongan, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gedung ‘Sasana Manggal Krida’, di Sekretariat PSHT Cabang Lamongan, Jalan Raya Menongo Nomor 22 Sukodadi-Lamongan.
Diketahui, peringatan satu abad PSHT yang jatuh pada tanggal 2 September 2022 ini dilakukan dengan berlandaskan jiwa dan semangat persaudaraan. Sehingga, kegiatan organisasi yang didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada 1922 ini telah merancang serangkaian acara.
[berita-terkait number=”5″ tag=”SH-Terate”]
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko HW mengatakan, kirab budaya ini digelar dari Sabang sampai Merauke guna menyemarakkan pagelaran ini, salah satunya seperti di Sabang, PSHT melakukan atraksi silat untuk menghibur para wisatawan setempat.
“Peringatan satu abad ini mengambil tema Menjaga Konsistensi Jatidiri Setia Hati Terate dalam Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan dan Nasionalisme sebagai Pelopor Ajaran Budi Luhur,” ujar Moerdjoko, Senin (11/7/2022).
Tak hanya di Sabang, Moerdjoko menjelaskan, kegiatan itu juga akan berlangsung secara beriringan di seluruh Indonesia (dari Sabang sampai Merauke), dan luar negeri, yang diikuti mulai dari tingkat pusat sampai tingkat rayon.
“Dimulai 1 Juni 2022, kita melakukan kirab budaya dengan diawali pengambilan tanah dan air di tiap cabang (kabupaten/kota) yang dilakukan secara serentak, dan akan disatukan di Padepokan Agung Madiun,” terang Moerdjoko.
Selama melakukan kirab, tambah Moerdjoko, dari Sabang pihaknya didampingi oleh Mas Harsono selaku Dewan Pusat dan Didik Mukrianto selaku Pengurus Pusat. Sedangkan di wilayah paling timur di Merauke dilakukan oleh Ketua Dewan Pusat Mas Issubiantoro.
Diungkapkan, penyatuan tanah dan air dari seluruh wilayah Indonesia ini dimaksudkan untuk terus mengingatkan akan pentingnya persatuan dalam kebhinekaan dan pentingnya untuk terus memupuk tali persaudaraan dalam keberagaman.
Menurutnya, kodrat kebhinekaan ini merupakan pondasi kebesaran PSHT dan kebesaran bangsa Indonesia. “Agenda besar satu abad ini merupakan momentum sejarah perjalanan bagi organisasi PSHT guna menjaga marwah ajaran adat, tradisi dan aturan, demi tetap tegaknya panji-panji Setia Hati Terate di Bumi Pertiwi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Lamongan, Harto, S.Pd, MM membenarkan bahwa pengambilan tanah dan air di Lamongan ini dilakukan di bumi tempat lahirnya Gajah Mada, Ngimbang. Sebab, hal itu tak lepas dari nilai sejarah yang ada di lokasi setempat.
“Tempat itu karena memiliki nilai sejarah yang tinggi dan bermanfaat bagi kehidupan. Nanti air dan tanah ini dikumpulkan jadi satu untuk pembangunan monumen. Simbol monumennya nanti adalah bumi yang disangga dengan 4 tangan, maksudnya adalah SH Terate harus bisa menjadi pelopor di persaudaraan dan persatuan. Ini filosofinya,” paparnya.
Harto juga berharap, ke depan SH Terate bisa lebih dicintai masyarakat, dan SH Terate bisa terus menebar manfaat bagi masyarakat. “Semoga seluruh kegiatan satu abad ini bisa berjalan sukses dan bermanfaat bagi sesama. Karena SH Terate hadir untuk mengabdi pada bangsa dan negara,” tutupnya.[riq/kun]






