Pasuruan (beritajatim.com) – Suara takbir berkumandang, pertanda seluruh warga Indonesia, khususnua Kota Pasuruan merayakan hari Idul Adha 1443 H. Setelah menunaikan ibadah sholat Ied warga Kota Pasuruan mulai menyembelih hewan kurbannya di wilayah masing-masing.
Banyak orang merasa bersyukur mendapatkan berkah dari hari raya Idul Adha tahun ini. Tak terkecuali, Munir (29) penjual arang asal Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.
Dirinya mengungkapkan bahwa omset penjualan arang tahun ini mengalami peningkatan. Pria yang setiap hari berjualan arang di pinggir Jalan Kartini Kota Pasuruan ini mengaku omset penjualannya harian naik berkali-kali lipat.
“Kalau biasanya sewaktu hari biasa cuma dapat Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Kalau sekarang sewaktu besaran ini bisa dapat Rp 3 juta,” kata Munir.
Pria yang sudah berjualan arang selama 19 tahun itu menyatakan jika setiap tahun pada momen hari raya kurban areng jualannya laris manis dibeli pembeli. Setiap harinya Munir mampu menjual 20 karung arang.
Dalam satu hari ini saja dia bisa menjual hingga sekitar 1000 kantong plastik areng. Satu kantong plastiknya dia jual dengan harga Rp 4000.
“Hari ini aja aku bawa 20 karung semuanya habis kejual. Satu karungnya isinya sekitar 50 kantong plastik,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”iduladha”]
Menurut Munir, ribuan kantong plastik areng itu habis dibeli dalam waktu singkat. Tidak sampai 3 jam, areng yang dijualnya sudah laku semua.
“Jualan mulai jam 6 pagi, jam 8 sudah tinggal sedikit arengnya,” pungkasnya. (ada/ted)






