Ponorogo (beritajatim.com) – Regenerasi seniman reog terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Hal itu dilakukan supaya budaya asli dari Ponorogo itu akan tetap lestari. Berbagai upaya rutin dilakukan supaya reog ini berkembang. Salah satunya lewat Festival Reog Mini (FRM) dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP). Dimana gelaran itu rutin digelar setahun sekali. Hanya pandemi Covid-19 2 tahun belakangan ini festival itu tidak diadakan. Pada tahun ini, dua festival itu menjadi acara rangkaian peringatan Grebeg Suro.
“Untuk FRM pesertanya ada 32 grup reog, sedangkan untuk FNRP sudah ada 28 grup reog,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ponorogo, Bambang Hermawan, Jumat (8/7/2022).
Bambang mengungkapkan bahwa 28 peserta grup reog untuk FNRP itu sudah sesuai target yang ditentukan. Namun, konfirmasi keikutsertaan terakhir akan dilakukan saat technical meeting yang akan digelar pada tanggal 13 Juli nanti. Menurutnya, 28 grup reog yang ikut itu sudah ideal, sehari 7 penampilan.

“Sudah ideal, bisa 7 penampilan disetiap harinya,” ungkapnya.
Penyelenggaraan FNRP yang juga masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 ini, bakal digelar pada tanggal 25-28 Juli 2022. Venue yang akan digunakan tetap sama dengan gelaran sebelum-sebelumnya, yakni panggung utama Alon-alon Ponorogo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”reog-ponorogo”]
Dari 28 grup reog itu, 15 peserta berasal dari luar kota, seperti dari Jakarta, Surabaya, Gresik, Ngawi, dan Jember. Sisanya 13 grup reog berasal dari lokal Ponorogo. Tahun ini, hanya ada 1 grup reog dari perguruan tinggi, yakni Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP). Untuk tingkat SMA paling jauh berasal dari Kabupaten Jember. Dengan adanya event ini, Bambang menargetkan tak kurang 5.000 orang setiap harinya akan melihat acara yang bergengsi di Ponorogo itu.
“Target penonton tiap harinya bisa tembus 5.000 orang akan berduyun-duyun ke alon-alon Ponorogo,” pungkasnya. [end/but]






