Bojonegoro (beritajatim.com) – Petugas tiga pilar plus (Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas) plus tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro turut melakukan antisipasi sekaligus pencegahan penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku genap dan belah.
Salah satunya dilakukan dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan ternak milik warga dan pengecekan sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Pengecekan di RPH itu dilakukan guna kesiapan penyembelihan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.
“Pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak ini meliputi pemeriksaan fisik mulai dari mulut, kuku, hingga pengukuran suhu tubuh hewan ternak. Petugas juga memberikan suntikan obat dan vitamin,” ujar Kapten Inf Suko Maulono, Rabu (6/7/2022).
Menurutnya, hewan ternak yang terpapar virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti suhu badan tinggi, nafsu makan menurun, pernafasan cepat, terdapat luka pada kuku, hingga mulut berlendir (ngiler) atau sariawan.
Ditambahkan, upaya lainnya juga dilakukan oleh petugas gabungan seperti penyekatan atau pembatasan lalu lintas hewan ternak yang berasal dari wilayah lain secara intens, sosialisai dan imbauan kepada peternak maupun pelaku usaha hewan ternak di desa maupun pasar hewan.
“Penyekatan ini bertujuan untuk memperketat pengawasan keluar masuknya kendaraan pengangkut hewan ternak yang masuk ke wilayah Bojonegoro sehingga aman atau steril dari virus PMK,” kata Kapten Inf Suko Maulono.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hewan-kurban”]
Sementara itu, Pemilik RPH Ledok Kulon, Sugianto, menyatakan, kondisi saat ini setiap hari melakukan pemotongan 10-15 ekor sapi mulai pukul 24.00-06.00 WIB dengan kemampuan atau kapasitas RPH pemotongan hewan 50 ekor setiap harinya.
Apabila digunakan untuk pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah, RPH mampu menyembelih 150 ekor sapi per hari, dan mampu memotong serta membersihkan daging 60 ekor sapi per hari. Sedangkan penyembelihan atau pemotongan 1 ekor sapi dilakukan oleh 3-4 orang tenaga pemotong daging.
“Terkait adanya wabah PMK saat ini, RPH setiap hari diawasi oleh petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro dengan melakukan seleksi hewan yang layak disembelih untuk dikonsumsi,” pungkas Sugianto. [lus/suf]






