Pasuruan (beritajatim.com) – Mengganasnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan tak berpengaruh kepada penjual kambing. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya penjual kambing yang memadati pasar hewan Grati.
Penjual kambing kali ini sangat antusias apalagi saat ini mendekati hari raya Idul Adha 1443 H. Terlihat penjual kambing lebih mendominasi dibandingkan penjualan hewan kurban sapi.
Romi salah seorang penjual kambing mengatakan, saat ini para konsumen lebih memilih kambing dibandingkan sapi. Sehingga dirinya membawa semua kambing, mulai dari yang besar hingga yang masih kecil. “PMK ngaruhnya ke sapi, kalau kambing penjualannya tinggi, meningkat. Banyak pembeli nyarinya kambing buat qurban,” ujar Romi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”iduladha”]
Romi membawa 20 ekor kambing untuk dijual ke pasar Grati. Satu-persatu kambing qurban jualannya laris manis dibeli. Dalam satu hari dirinya mampu menjual 16 ekor kambing.
Meskipun begitu, Romi mengaku bahwa harga kambing tahun ini mengalami penurunan dibanding musim qurban tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya harga kambing qurban tahun ini mengalami penurunan hingga sekitar 20 persen. “Turunnya ndak banyak, biasanya laku 4 juta jadi 3,7 juta. Kalau yang 3,7 juta jadi 3,5 juta, ” ungkapnya.
Selain itu, Romi mengaku sempat kesulitan menjual kambing semenjak pasar hewan ditutup akibat wabah PMK. Oleh karenanya, dia berharap pemerintah bisa kedepannya pasar hewan bisa dibuka seterusnya. (ada/kun)






