Kediri (beritajatim.com) – Untuk mensukseskan giling Tahun 2022, Direktur PTPN X Tuhu Bangun memiliki agenda rutin untuk melakukan supervisi lahan khususnya lahan HGU milik PTPN X.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua yang diikuti oleh Kepala Bagian Tanaman, Kepala Bagian Teknik dan Pengolahan, Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan serta General Manager pabrik gula serta manager dan asisten manager tanaman yang sedang ditinjau.
“Kebun itu harus sering ditinjau agar kita tahu bagaimana kondisi di lapangan. Sehingga apa saja permasalahan yang ada bisa segera diketahui dan dilakukan upaya perbaikan,” kata Tuhu Bangun disela -sela kegiatannya mengelilingi HGU Sumber Lumbu dengan menggunakan motor trail yang menjadi kendaraan wajib saat melakukan supervisi lahan, pada Senin (4/7/2022).

[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]”Dengan sering berinteraksi dengan karyawan khususnya teman-teman yang berada di garda terdepan dalam pemenuhan bahan baku tebu untuk pabrik gula, diharapkan bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka dan juga meningkatkan rasa memiliki dan mencintai perusahaan dengan terus menunjukkan prestasi,” paparnya.
Bahkan, orang nomor satu di PTPN X ini pun tidak segan untuk duduk bersila di atas tanah di tengah kebun untuk berbicara dan menggali segala informasi tentang bagaimana para asisten manajer ini dalam mempersiapkan tebu giling dengan kualitas terbaik.
Dari kegiatan santai tersebut, sangat dimanfaatkan oleh Tuhu Bangun untuk memotivasi kepada setiap SDM PTPN X bahwa jabatan kepala bagian, jabatan general manager bahkan jabatan direktur PTPN X menunggu mereka yang berprestasi dan terus melakukan inovasi untuk kemajuan perusahaan.
“Kursi jabatan ini menunggu Anda-Anda semua. Untuk itu, mulai detik ini terus tingkatkan kemampuan diri, tingkat kompetensi diri untuk mengukir prestasi,” jelasnya.
Di kesempatan kali ini Direktur PTPN X, Tuhu Bangun melihat langsung kondisi kebun HGU Sumber Lumbu yang memiliki luas 1.637 hektar. Tujuan pertama adalah Kebun Ongoboyo yang merupakan kebun dengan kondisi tanaman masih berusia dua bulan, dilanjutkan kunjungan di kebun Sumber Lumbu satu dan sumber Lumbu 2.
Di akhir kunjungan, Tuhu Bangun kembali menghabiskan waktu untuk membantu motivasi dan kepercayaan diri para asisten manajer dan asisten muda kebun.

Pasalnya, dalam setiap kegiatan supervisi, direktur akan dengan detail menanyakan perihal perkembangan kebun yang dikunjungi dan langsung menanyakan apa saja solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi kepada para asisten manajer kebun dan asisten muda kebun serta memberikan arahan serta solusi baik dari kepala bidang tanaman atau dari direktur sendiri. [nm/kun]






