Jombang (beritajatim.com) – Kuas yang dipegang para seniman itu mulai menggores dinding pagar di halaman Polres Jombang. Satu warna berpadu dengan warna lainnya. Semakin banyak sapuan kuas, lukisan di tembok itu semakin jelas. Ya, mural atau lukisan di dinding itu adalah para tokoh dari Kabupaten Jombang yang berkibar di pentas nasional.
Bukan hanya satu dua orang. Tapi sekitar 13 orang. Sedangkan pelukis yang menorehkan karya itu adalah Kopi (Komunitas Pelukis) Jombang. Perkumpulan para seniman ini sengaja membuat mural di pagar kantor Polres Jombang.
Melukis bersama ini dilakukan sehabis Jumatan hingga petang. Dengan tampilan yang khas, para seniman dengan telaten menggoreskan kuas. Sesekali mereka mundur beberapa langkah untuk sekadar memandang lukisan yang sedang mereka kerjakan.
Ketika matahari mulai condong ke arah barat, wajah tokoh-tokoh yang dilukis itu semakin jelas. Ada trio pendiri NU (Nahdaltul Ulama) KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Chasbullah, serta KH Bisri Syansuri. Lalu presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta pahlawan nasional KH Wahid Hasyim.
Masih ada lagi tokoh HAM (Hak Asasi Manusia) KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Sedangkan tokoh kesenian ada pelantun ‘Kebyar Kebyar’ Gombloh serta pelawak dengan kumis ala Charlie Chaplin, Asmuni, serta penggagas GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Mojowarno Paulus Tosari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tokoh-jombang”]
Tidak ketinggalan pula lukisan wajah Kiai Mbeling Emha Ainun Nadjid atau Cak Nun dan Mantan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, serta sejumlah tokoh lainnya. “Ini sebagai napak tilas kami, menghadirkan spirit tokoh-tokoh asal Jombang yang berkiprah di tingkat nasional,” ujar penggagas mural yang juga anggota Kopi Jombang Iyan Fatoni (39), Jumat (24/6/2022).
Yayan, panggilan akrab Iyan Fatoni yang ditemui di sela melukis mengatakan, tema mural yang diangkat adalah tokoh atau guru bangsa yang berasal dari Jombang. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui para tokoh itu, semisal pendiri GKJW Mojowarno Paulus Tosari.
Yayan mengatakan, semua yang dilukis tersebut adalah tokoh dari Jombang. Bukan hanya yang berlatar agama, tapi juga di wilayah kesenian dan kebudayaan. Juga tokoh yang pernah menjabat sebagai orang penting di Indonesia seperti Jenderal Timur Pradopo.
“Selama ini di depan Polres Jombang sudah ada tulisan spirit of pluralisme. Lewat lukisan ini kita menghadirkan sosok beliau-beliau. Sehingga tidak sekadar slogan. Banyak hal yang bisa kita teladani dari tokoh tersebut,” ujarnya.

Seniman berambut gondrong itu mengungkapkan, butuh waktu tiga hari untuk menyelesaikan secara detail setiap lukisan. Namun, kalau hanya sekedar visual atau untuk menampakkan karakter lukisan bisa selesai dalam satu hari.
“Kalau untuk visual atau karakter mungkin ya sehari jadi, tapi untuk detail realis yang sesungguhnya butuh sampai tiga hari. Membuat tekstur wajah, detail-detail kulit itu lumayan menyita waktu,” ujar Yayan sembari menunjukkan lukisan yang dimaksud.
Kapolres Jombang AKBP Moh. Nurhidayat mengucapkan terimah kasih kepada para pelukis atas kreasi yang mereka lakukan. Dia berharap mural bergambar tokoh-tokoh Jombang nantinya bisa dinikmati masyarakat. Sehingga mereka mengenal lebih dalam tokoh nasional yang lahir dari kota santri.
“Selain mengenalkan tokoh asal Jombang kepada masyarakat, lukisan yang ditorehkan para seniman ini juga untuk mengenang jasa-jasa para tokoh tersebut. Mereka ada di berbagai bidang. Kami juga akan mengkoordinasikan terkait penulisan quote kebangsaan, dengan harapan dapat menjadikan inspirasi bagi generasi penerus,” pungkasnya. [suf]






