Magetan (beritajatim.com) – Seorang siswi kelas V SD asal Dusun Sumberagung, Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, Jawa Timur membeli motor matic dengan uang koin dan uang pecahan, Rabu (22/6/2022).
Siswi itu adalah Atjadsiah Karifha Andini, putri Partini (48), yang menabung sejak dua tahun silam.
Dia membawa satu karung penuh uang koin senilai Rp1,95 juta berikut uang pecahan senilai Rp5 juta. Sisanya dia masih menambahi. Meski begitu dia bangga jika putrinya sudah mau menabung dengan usaha sendiri agar bisa beli kendaraan untuk sekolah nantinya.
Partini menuturkan sejak dua tahun lalu, Andini selalu menyisihkan uang sakunya untuk ditabung. Tak hanya itu, duit tabungannya ditambah dari hasil berjualan es dan cilok di rumahnya sepulang sekolah. Dia sendiri yang membimbing anaknya untuk berwirausaha sejak dini.
“Awal dia saya bimbing untuk jualan itu karena saya sempat jatuh sakit. Kami yang hidup berdua minim pemasukan. Sementara saya tidak kuat kerja berat. Sehingga, saya kumpulkan uang yang masih saya punya untuk membuka usaha. Meski kondisi sakit, saya beri bimbingan pada Andini agar dia bisa berjualan. Itu pun juga diniati oleh Andini sendiri, saya trenyuh dan akhirnya saya bimbing dia agar bisa buka dan menjalankan usaha,” kata Partini pada beritajatim.com, Rabu (22/6/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”nabung”]
Sejak saat itulah, Andini berjualan, sebagian keuntungan jualannya dia tabung. Kemudian, dia juga belajar hemat dengan membawa bekal ke sekolah dan uang sakunya sebesar Rp 3.000 bisa disisakan Rp 1.000 agar bisa ditabung. Buah kerja kerasnya untuk berhemat tidak gagal, dia pun kesampaian membeli motor impian.
Motor itu rencananya bakal dia gunakan untuk menimba ilmu di Ponpes Al Fatah Temboro. Dia memilih membeli motor agar tak menyusahkan Partini ketika nanti dia jadi santriwati untuk antar jemput jika boleh pulang atau sekadar keluar pondok.
“Setelah lulus SD, dia minta dipondokkan di Temboro. Motornya dia pakai ke sana supaya mudah kalau mau ke mana mana. Alhamdulillah, saya bisa nambahi,” kata Partini.
Saat ini mereka tinggal menunggu motor yang masih inden itu datang. Partini berharap agar motor yang sudah dibeli putrinya nanti benar-benar bisa bermanfaat. (fiq/ted)






