Ponorogo (beritajatim.com) – Harap-harap cemas dirasakan oleh ratusan guru honorer di Kabupaten Ponorogo. Sebab, meski sudah lolos passing grade seleksi PPPK tahap 2 2021, mereka belum mendapatkan tempat formasi sekolah.
Segala upaya telah dilakukan dalam pengisian PPPK selanjutnya mereka bisa langsung diprioritaskan mendapatkan formasi tempat mengajar. Salah satunya dengan melakukan doa dan istighotsah bersama di Masjid Agung Cokronegoro. Dalam kesempatan itu, mereka juga mengundang Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
“Kita dari forum guru honorer lolos passinggride melakukan agenda doa dan istighotsah bersama di Masjid Agung yang juga dihadiri oleh Bapak Bupati,” kata perwakilan guru honorer, Widi Kurniawan, Selasa (21/6/2022).
Doa bersama itu, kata Widi bertujuan untuk memohon kepada Tuhan untuk dipermudahkan, supaya Kabupaten Ponorogo menyediakan formasi PPPK untuk guru. Guru honorer yang sudah lolos passing grade ini bisa diprioritaskan.
Keinginan itu bukan tanpa sebab. Widi menjelaskan itu sudah sesuai isi dari Permenpan RB Nomor 20 Tahun 2022, yang menyatakan guru lolos passing grade akan diprioritaskan pertama.
“Kita seleksi PPPK tahun 2021, seharusnya ada tahap 3. Namun untuk tahap 3 ini, katanya dilebur jadi satu di tahun 2022. Info yang beredar kita yang lolos seleksi 2021 akan dimasukkan di tahun 2022 ini. Tidak meleway seleksi lagi,” kata guru honorer yang sudah 12 tahun mengajar di SDN 2 Ngrayun itu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ponorogo”]
Untuk itu, forum yang beranggotakan 339 guru honorer lolos passinggride ini, ingin menegaskan hal tersebut. Hingga saat ini, para guru ini tetap mengajar di sekolah. Informasinya dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan pemetaan agar yang passinggride ini mendapatkan tempat atau sekolah induk untuk mengajar.
“Kita ingin menegaskan, guru honorer yang lolos passinggride diprioritaskan untuk menjadi PPPK,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko akan mengawal guru yang masuk passing grade ini mendapatkan slot formasi PPPK. Kemungkinan mendapatkan tempat formasi itu cukup besar.
Pasalnya untuk Kabupaten Ponorogo diusulkan 2.400 formasi untuk PPPK, baik guru maupun non guru. Saat ini baru terpenuhi 1.300 sehingga nampaknya sisanya masih ada.
“Teman-teman guru honorer yang berdoa ini, saya yakini ada slot untuk mendapatkan formasi. Kita dorong memang harus ada,” katanya. (end/beq)






