Lamongan (beritajatim.com) – Pelaku yang mengambil banner pemberitahuan di Makam Mbah Munshorif yang ada di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan kini telah meminta maaf dan mengembalikan banner tersebut.
Diketahui, banner itu berisi tentang pemberitahuan renovasi pembangunan yang dilakukan di kawasan Makam Mbah Munshorif Desa Sendangagung, Paciran, Lamongan.
Banner ini juga sempat menjadi polemik karena adanya dua persepsi yang berbeda, yakni mengenai kesepakatan banner tersebut dipasang atau tidaknya. Kini seiring berjalannya waktu dan diskusi yang dilakukan, polemik ini pun telah reda.
“Semalam pelaku yang mengambil banner telah mendatangi rumah Pak Suwarno pada sekitar pukul 22.00 WIB, pada Minggu malam (19/6/2022). Mereka berempat telah meminta maaf dan menyerahkan banner pemberitahuan itu,” ujar Suwarno, selaku ahli waris Mbah Munshorif, Senin (20/6/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”makam-mbah-munshorif”]
Dengan pemintaan maaf dan dikembalikannya banner ke ahli waris, Suwarno menjelaskan, maka persoalan itu pun telah terselesaikan. Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya miskomunikasi.
“Alhamdulillah semuanya sudah selesai, tak ada lagi yang perlu dimasalahkan. Yang mengambil sudah minta maaf. Sesuai dengan ajaran Mbah Munshorif, sudah selayaknya kita memang saling memaafkan dan jangan sampai bermusuhan dengan orang lain,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Yayasan Guyup Rukun juga membenarkan bahwa pelaku sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.
“Yang bersangkutan juga sudah mendatangi kami. Sehingga kalau ahli waris sudah memaafkan, maka kami selaku Panitia Renovasi Makam dan Yayasan Guyup Rukun juga telah memaafkan. Alhamdulillah sudah selesai secara kekeluargaan,” kata Khafid.
Pria yang juga selaku Ketua Pembangunan Makam Mbah Munshorif ini menuturkan, saat ini banner sudah kembali dipasang di tempatnya. Ia berkata, banyak hal yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dari kejadian ini. Khafid juga bersyukur, kejadian ini bisa berakhir secara damai.
“Kejadian ini bisa jadi pelajaran buat kita semua agar selalu berfikir dulu sebelum mengambil tindakan. Juga mengajarkan kepada kita untuk selalu berfikir tentang dampak baik dan buruknya. Yang memang selaras dengan ajaran Mbah Munshorif,” paparnya.
Lebih lanjut, Khafid mengungkapan, saat ini tahap renovasi makam telah berjalan selama dua hari. Ia berharap, renovasi makam bisa berjalan lancar dan tak ada kendala apapun nantinya. “Kami segenap jajaran panitia renovasi dan ahli waris mohon doa restu. Mudah-mudahan pembangunan berjalan lancar dan barokah,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, banner yang dipasang di depan Makam Mbah Munshorif ini dinyatakan hilang sekira pukul 20.00 WIB, pada Jumat (10/6/2022) lalu. Ahli waris dan Yayasan Guyup Rukun pun akhirnya mengingatkan kepada para pelaku untuk segera meminta maaf dan mengembalikannya.
Apabila dalam waktu 3×24 jam pelaku tak mengembalikan banner dan segera meminta maaf, maka pihak ahli waris dan Yayasan Guyub Rukun terpaksa akan menempuh jalur hukum demi meyelesaikan persoalan ini.[riq/kun]






