Jember (beritajatim.com) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan adanya venue (arena pertandingan) cabang olahraga renang dalam Pekan Olahtraga Provinsi VII Jawa Timur yang belum memenuhi standar.
Hal ini disampaikan Khofifah, saat acara peluncuran dan perkenalan lima maskot Pekan Olahtraga Provinsi VII Jawa Timur, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022).
“Ada laporan dari Ketua Umum KONI Jawa Timur, bahwa ada venue yang kemarin panjangnya kurang tiga centimeter untuk kolam renang,” kata Khofifah, saat memberikan sambutan di hadapan pimpinan empat kabupaten yang menjadi tuan rumah bersama porprov, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim M. Nabil, Kepala Kepolisian Daerah Jatim Inspektur Jenderal Nico Afinta, Panglima Daerah Militer V Brawijaya Mayor Jenderal Nurchahyanto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”porprov”]
Hal ini memicu pembahasan serius. “Kita diskusi. Karena kita juga berharap dari Jawa Timur akan terlahir prestasi-prestasi yang tidak sekadar nasional, tapi juga prestasi dunia, maka tidak boleh ada venue yang ukurannya tidak memenuhi standar. Katakan ini pecah rekor. Rekor apa, wong (panjang) 50 meter, kok jadinya 47,” kata Khofifah.
Persoalan kesiapan venue yang sesuai standar membuat KONI Jatim benar-benar bersikap tegas. “Kenapa KONI Jatim harus berkeliling lebih detail lagi, karena memang harus dijaga supaya jika ada rekor yang kita capai di porprov ini, rekor itu tercatat dalam daftar rekor nasional maupun internasional,” kata Khoififah.
“Jadi kalau ada tim baik dari KONI maupun Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur sedikit agak mencereweti, tolong dipahami, karena kita ingin menyiapkan standar rekor yang bisa tercatat tak hanya rekor provinsi, tapi tercatat pada rekor nasional dan internasional. Itu pentingnya,” kata Khofifah.
“Dulu ada beberapa cabang olahraga yang prestasinya melampaui catatan dari rekor PON (Pekan Olahraga Nasional). Maka standar-standar itu harus dipenuhi,” kata Khofifah.
Ketua KONI Jember Sutikto berterima kasih terhada kritik dari Khofifah. “Memang kami terus berusaha agar semua venue sesuai standar. Venue kolam renang sudah kami sesuaikan standar nasional. Kemarin memang ada penyesuaian karena pemasangan starting block untuk pencatatan rekor. Tapi sekarang sudah oke,” katanya.
[wir/kun]






