Ponorogo (beritajatim.com) – Petani cabai rawit di Ponorogo nampaknya tidak bisa menikmati pedasnya harga cabai belakangan ini. Saat ini, harga cabai rawit nyaris berada di harga Rp 100 ribu per kilogramnya.
Hal itu dikarenakan pohon cabai yang ditanamnya banyak yang rusak. Rusaknya pohon cabai ini, dikarenakan cuaca yang buruk dan tak menentu beberapa hari terakhir. “Cuaca buruk dan tidak menentu membuat tanaman cabai rawit di Ponorogo rusak,” kata Imam Basuki, salah satu petani di Ponorogo, Kamis (9/6/2022).
Rusaknya cabai ini, karena tanamannya yang membusuk. Pun kerusakan juga pada daun cabai yang saat ini mengeriting. Sebagian buah juga sudah banyak yang rontok maupun membusuk sebelum waktunya panen atau dipetik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cabai”]
Bukan hanya tanamannya saja, buah cabainya pun mengalami rusak dan rontok. Alhasil, sebelum tiba masa panen itu, tanaman cabai sudah lebih dulu mati atau rusak. “Penyebabnya tanaman banyak diguyur air hujan. Sehingga jamur banyak dan bunganya rontok,” katanya.
Dari tanaman cabai sebanyak 2 hektare yang ditanam Imam, rata-rata ada 80 persen yang rusak. Bahkan beberapa pohon cabai terpaksa dicabut karena sudah tidak bisa berbuah dan mati. Petani pun berusaha dengan menyemprot cairan pembasmi serangga dan memupuk tanaman cabai agar pohon kembali sehat dan bisa kembali berbuah secara maksimal. “Masih kita upayakan supaya bisa hidup, dengan penyemprotan dan pemupukan,” pungkasnya. [kun]






