Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kembali pintu kedatangan jemaah luar negeri, termasuk dari Indonesia, untuk melaksanakan ibadah haji 1443 H/2022 M. Keputusan ini berdampak besar tidak hanya pada kepastian keberangkatan jemaah namun juga industri seputar haji, terutama pengusaha oleh-oleh khas Timur Tengah.
Dampak positif ini dialami toko oleh-oleh haji dan umrah Al Hajj di Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Sempat “mati suri” akibat pandemi Covid-19, kini toko oleh-oleh kembali ramai pengunjung.
Dua tahun lamanya etalase di toko itu terpaksa dikosongkan. Dengan dibukanya kembali penyelenggaraan haji, Al Hajj dapat bangkit kembali menyediakan segala keperluan jemaah haji dan umroh yang kembali ke Tanah Air.
Penjualan mengalami kenaikan akibat mulai meningkatkan jumlah pembeli. Meski kenaikan penjualan masih belum normal seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda.
“Untuk tahun 2019, alhamdulillah masih ada umrah dan haji. Begitu Covid-19, memang kita tidak ada pemasukan sama sekali. Dari mulai umrah sampai haji, tidak ada pemasukan,” ungkap pemilik toko oleh-oleh haji dan umroh Al Hajj, Elok Faqotul Himah, Kamis (9/6/2022).
Saat pandemi, seluruh lini usaha baik penjualan maupun produksi Al Hajj berhenti total. Diketahui, toko ini tidak hanya menjual oleh-oleh khas Timur Tengah seperti kurma dan air zamzam namun juga memproduksi perlengkapan haji seperti mukena, sarung tangan, hingga gamis.

“Tidak ada pengurangan karyawan karena saat pandemi, kita produksi masker dan face shield. Selama Covid-19, alhamdulillah masih ada pemasukan. Orang membeli di kurma, air zam-zam itu masih ada. Tapi memang tidak sebanyak sebelum Covid-19,” katanya.
Untuk 2022, karena sudah mulai ada keberangkatan jemaah umrah maka pemasukan meningkat kurang lebih 30-40 persen. Kata Elok, untuk oleh-oleh haji saat ini belum ada peningkatan karena dimungkinkan Calon Jemaah Haji (CJH) sudah membeli sebelum berangkat.
“Yang berangkat tahun sekarang kan oleh-olehnya sudah dibeli dua tahun lalu. Mungkin yang beli untuk tambahan kulinernya saja, seperti kurma, kacang, jagung, kismis, mungkin tambahannya itu saja. Untuk oleh-oleh sajadah dan lain-lain, sudah dua tahun yang lalu kan ini keberangkatan tahun 2020 lalu,” ujarnya.
Sehingga perlengkapan haji para CJH dimungkinkan masih lengkap, lanjut Elok, hanya tambahan sedikit yang belum dibeli. Seperti sarung tangan, kaos dalam, kaus kaki dan perlengkapan kesehatan. Sehingga untuk perlengkapan masih ada peningkatan sekitar 30-40 persen.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Haji-2022″]
“Perlengkapan, itu 80-90 persen orang sudah belanja 2 tahun lalu untuk persiapan. Karena ditunda hajinya, sekarang mungkin hanya cari untuk tambahan saja. Untuk kesehatan, cream baru berjalan tapi untuk oleh-oleh, mungkin kurang 30 persen. Untuk kulinernya, mungkin 100 persen karena belinya sekarang,” tuturnya.

Untuk oleh-oleh kuliner, toko oleh-oleh haji dan umroh Al Hajj sudah mulai menerima pesanan. Seperti paket kuliner berisi tiga macam hingga lima macam yakni air zam-zam, kacang, kismis, kurma, jagung, coklat. Paket kuliner yang menjadi primadona.
“Dulu tidak ada sekarang ada paket kuliner, mulai harga Rp10 ribu isi 3 macam sampai Rp30 ribu isi 5 macam. Banyak permintaan dengan kombinasi coklat, peningkatan paket kuliner 20-30 persen karena ini baru. Orang-orang belum banyak yang tahu, sebelum puasa kan umroh sudah dibuka,” urainya.
Sejak berdiri tahun 2004 lalu, toko oleh-oleh haji dan umroh Al Hajj menjaga kwalitas air zam-zam sehingga terkenal mahal. Karena air zam-zam di toko oleh-oleh haji dan umroh Al Hajj langsung dari travel. Menurutnya, di toko oleh-oleh haji dan umroh Al Hajj pernah tidak ada air zam-zam karena kosong.
“6 tahun lalu kosong mulai haji sampai umroh tidak ada karena saat itu dari Pemerintah Arab Saudi tidak memperbolehkan. Di sini tidak menerima pesanan zam-zam, karena kita tidak stok banyak. Belum musim haji, harga 5 liter sampai Rp700 ribu. Haji, bisa sampai 150 galon @5 liter,” jelasnya.
Air zam-zam di tempatnya juga tidak bisa dipastikan kedatangannya sehingga tidak menerima pesanan. Elok menjelaskan, meski Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka ibadah Haji 2022, namun tidak dimanfaatkan dengan menaikkan harga. Menurutnya, jika barang datang harga sudah naik maka akan berdampak pada harga penjualan.
“Tidak ada aji mumpung, barang datang harga naik ya naik. Tidak naik ya tidak naik. Prosentase sama dengan waktu normal. Harga kurma tidak ada kenaikan, hanya beberapa jenis saja yang naik. Di sini ada sampai 15 jenis kurma, semua masih fresh datang setiap 2 minggu lalu,” paparnya.
Perlengkapan sudah diproduksi sejak sebelum puasa. Untuk harga satuan mukenah mulai harga Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. gamis ecer Rp120 ribu, satu kodi masing-masing Rp100 ribu, daster ecer Rp44 ribu, harga kodi masing-masing Rp40 ribu. Tidak hanya Mojokerto, pelanggan toko oleh-oleh haji dan umroh Al Hajj juga datang dari Jombang, Sidoarjo dan Gresik. [tin/beq]






